Selasa, 2 Juni 2026

Kalah Telak! Viktor Orban Sahabat Donald Trump Tumbang di Pemilu Hungaria

Setelah 16 tahun berkuasa, Viktor Orban sahabat Donald Trump harus lengser dari kursi Perdana Menteri Hungaria di Pemilu Kali ini

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Setelah 16 tahun menjabat, PM Viktor Orban (Partai Fidesz) resmi mengakui kekalahannya dalam Pemilu Parlemen Hungaria 2026 
  • Oposisi yang dipimpin oleh Péter Magyar meraih kemenangan telak dengan mengamankan 138 dari 199 kursi parlemen, memberi mereka kekuasaan supermajority (mayoritas mutlak).
  • Kekalahan Orban menjadi pukulan bagi gerakan populis kanan global yang selama ini terafiliasi dengan Donald Trump
  • Kemenangan ini diprediksi akan memulihkan hubungan Hungaria dengan Uni Eropa serta NATO.

 

TRIBUNNEWS.COM, BUDAPEST – Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, yang dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, harus mengakui kekalahan telak dalam Pemilu Parlemen 2026

Setelah 16 tahun berkuasa, pemerintahan kubu Partai Fidesz yang dipimpin Viktor Orban akhirnya harus lengser setelah partai oposisi Tisza yang dipimpin oleh Péter Magyar berhasil meraih kemenangan telak.

Tak tanggung-tanggung Partai Tisza berhasil mengamankan mayoritas dua pertiga kursi di parlemen pada pemilu kali ini.

Pemilu Hungaria kali ini sendiri juga mencatatkan tingkat partisipasi pemilih yang sangat tinggi, yakni di atas 79 persen.

Berdasarkan data perhitungan suara yang hampir rampung pada Minggu waktu setempat (12/4/2026), berikut adalah proyeksi perolehan kursi dari total 199 kursi parlemen Hungaria:

  1. Partai Tisza (Oposisi): 138 kursi
  2. Partai Fidesz (Petahana/Orban): 55 kursi
  3. Partai Mi Hazánk (Ekstrem Kanan): 6 kursi

Orban, yang selama ini menjadi ikon nasionalis Eropa, menyebut hasil pemilu yang digelar pada Minggu (12/4/2026) ini sebagai sesuatu yang menyakitkan namun jelas.

Meski demikian, ia secara jantan mengucapkan selamat kepada Péter Magyar dan menegaskan bahwa partainya, Fidesz, akan terus melanjutkan perjuangan dari bangku oposisi.

“Kami tidak menyerah. Tidak, tidak, tidak,” tegas Orban dalam pidato pengakuan kekalahannya, seperti yang dilansir dari Reuters.

Kemenangan Partai Tisza yang berhaluan pro-Uni Eropa (UE) ini diprediksi kuat akan mengubah arah kebijakan Hungaria secara drastis

Satu di antara kebijakan yang diprediksi akan terjadi adalah dibukanya kembali jalan bagi pemulihan hubungan Hungaria dengan UE yang selama ini sempat retak.

Pencairan dana bantuan dari UE yang selama ini ditahan di era Orban juga dikabarkan menjadi salah satu prioritas dari Partai Tisza.

Imbas Kekalahan Orban

Baca juga: AS Blokir Selat Hormuz Imbas Negosiasi ke Iran Gagal, Trump: All or None!

Kekalahan Viktor Orban sendiri membawa dampak signifikan tidak hanya di Hungaria, tetapi juga di kancah internasional. 

Orban diketahui telah memimpin Hungaria sejak tahun 2010 dengan rekam jejak kebijakan nasionalis, anti-imigrasi, dan kerap berselisih paham dengan Uni Eropa.

Di panggung global, Orban adalah salah satu pemimpin Eropa yang paling lantang mendukung Donald Trump dan memiliki rekam jejak hubungan yang dekat dengan Rusia.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved