Kamis, 28 Mei 2026

Amerika Versus Venezuela

Brasil Kerahkan Garda Nasional ke Roraima Perbatasan Venezuela Pascaserangan Militer AS

Brasil kirim Garda Nasional ke perbatasan Venezuela usai serangan AS, langkah untuk jaga ketertiban dan merespons militerisasi wilayah utara.

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/BI
LEDAKAN DI VENEZUELA- Tangkap layar video yang beredar di media sosial dan terverifikasi terjadi di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026) dini hari. Tampak ledakan terjadi saat pesawat dan helikopter Amerika Serikat (AS) yang melaksanakan penculikan Presiden Nicolas Maduro terbang seusai menjalanan misi. Brasil kirim Garda Nasional ke perbatasan Venezuela usai serangan AS, Kamis (8/1/2026). 

Meski demikian, analis mengatakan komentar presiden Brasil kemungkinan tidak akan memicu reaksi tajam dari Washington, karena fokus kebijakan luar negeri AS saat ini juga mencakup negara-negara seperti Kuba, Meksiko, dan Kolombia.

Ketegangan ini berpotensi berdampak lebih luas di kawasan.

Negara tetangga seperti Kolombia bahkan telah menyiagakan pasukan tambahan di perbatasannya dengan Venezuela untuk mengantisipasi potensi krisis pengungsi dan ketidakstabilan yang lebih besar.

Dengan pengerahan Garda Nasional, Brasil berupaya meredam potensi ancaman keamanan sambil memantau situasi di perbatasan utaranya yang semakin dinamis akibat eskalasi militer baru-baru ini.

Penangkapan Nicolas Maduro

Maduro ditangkap pasukan Amerika Serikat di Caracas pada Sabtu (3/1/2026) setelah diduga dikuntit sejak Agustus 2025.

Penangkapan dilakukan di kediamannya pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat oleh pasukan elite Delta Force Angkatan Darat AS, bersama istrinya, Cilia Flores.

Media elnacional melaporkan, operasi ini didukung oleh dugaan keterlibatan orang dalam pemerintahan Venezuela yang membantu memantau pergerakan dan aktivitas Maduro beserta keluarganya selama berbulan-bulan.

Operasi rahasia tersebut mendapat persetujuan langsung Presiden AS Donald Trump dan diberi kode Operation Absolute Resolve.

Baca juga: Terungkap! Ini Alasan Trump Ngotot Kuasai Minyak Venezuela, Bukan Sekadar Bisnis Energi

Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan operasi dimulai pada Jumat (2/1/2026) malam, dengan pengerahan pesawat dan helikopter dari sekitar 20 pangkalan militer.

Helikopter terbang rendah dan dilindungi jet tempur, pesawat pengebom, serta drone setelah sistem pertahanan udara Venezuela dilumpuhkan.

Saat tiba di Caracas, pasukan AS sempat menghadapi tembakan sebelum akhirnya FBI dan pasukan khusus memasuki kompleks kediaman Maduro.

Trump mengungkap Maduro sempat mencoba bersembunyi di ruang aman berbahan baja, namun gagal karena kecepatan pasukan AS.

Maduro dan istrinya kemudian dievakuasi ke Amerika Serikat dengan pengawalan ketat.

Caine menyebut operasi selesai saat pesawat keluar dari wilayah Venezuela sekitar pukul 03.29 waktu setempat.

Pemerintah AS menahan Maduro atas tuduhan perdagangan narkoba, senjata, dan bahan peledak.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved