Amerika Versus Venezuela
Analisis Pengamat Militer Potensi Perang Denmark vs AS Berebut Greenland, Kekuatan Dibanding Hukum
Connie menilai, meskipun Denmark tidak dirancang untuk mempertahankan wilayah Arktik seluas Greenlad, beda dengan AS
Sementara Denmark, meski memiliki legitimasi kedaulatan, berada dalam posisi struktural yang lebih lemah secara militer.
Menutup analisisnya, Connie menyampaikan harapan agar eskalasi geopolitik tidak berdampak buruk bagi masyarakat lokal serta lingkungan Greenland.
Ia menekankan bahwa di balik kalkulasi kekuatan negara, terdapat manusia, alam, dan ekosistem yang paling rentan menanggung konsekuensi konflik.
Tentang Thucydides Trap
Thucydides adalah seorang sejarawan dan jenderal Athena kuno yang hidup sekitar abad ke-5 sebelum Masehi (±460–395 SM).
Ia dikenal sebagai tokoh kunci dalam perkembangan historiografi modern karena pendekatannya yang rasional, kritis, dan berbasis fakta dalam menulis sejarah.
Thucydides adalah penulis karya monumental History of the Peloponnesian War, yang mengisahkan perang panjang antara Athena dan Sparta (431–404 SM).
Ia tidak menulis sejarah sebagai kisah mitos atau kehendak para dewa, melainkan sebagai analisis sebab-akibat dari tindakan manusia dan kepentingan politik.
Thucydides dianggap pelopor sejarah ilmiah karena:
- Mengandalkan kesaksian langsung, verifikasi sumber, dan observasi kritis
- Menolak penjelasan supranatural dalam peristiwa politik dan perang
- Menekankan kepentingan, kekuasaan, dan rasa takut sebagai pendorong utama tindakan negara
Ia terkenal dengan pernyataannya bahwa karyanya ditulis sebagai “a possession for all time” (warisan untuk sepanjang masa).
Istilah Thucydides Trap berasal dari pengamatan sejarawan Yunani kuno, Thucydides, bahwa konflik besar dapat terjadi ketika kekuatan yang sedang naik menantang kekuatan dominan.
Ia menulis bahwa ketakutan Sparta terhadap kebangkitan Athena menjadi salah satu penyebab Perang Peloponnesos, bukan sekadar perselisihan kecil.
Dalam studi hubungan internasional modern, Thucydides Trap digunakan untuk menjelaskan dinamika kekuatan antara negara besar: bahwa persaingan yang tajam antara kekuatan hegemon dan kekuatan yang naik dapat secara tidak sengaja atau disengaja menimbulkan konflik.
Dalam konteks pertikaian AS–Denmark soal Greenland, pendekatan ini menempatkan kemungkinan konfrontasi sebagai hasil dari pergeseran atau tantangan terhadap dominasi strategis di kawasan Arktik, bukan semata berdasarkan hukum internasional.
Reaksi Dunia
Kekhawatiran global meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyinggung minat AS terhadap Greenland, termasuk menyatakan bahwa opsi militer “selalu berada di meja” sebagai bagian dari strategi keamanan nasional Amerika Serikat, menurut juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt.
“Tentu saja, penggunaan militer Amerika Serikat selalu menjadi salah satu opsi yang berada dalam kewenangan Panglima Tertinggi,” kata Leavitt.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-Greenland.jpg)