Selasa, 5 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

200 Drone Rusia Serang Ukraina, Zelenskyy: Korban Tewas, Listrik Padam di Suhu Beku

Zelenskyy mengatakan daerah Sumy, Kharkiv, Dnipro, Zaporizhia, Khmelnytskyi dan Odesa jadi sasaran serangan lebih dari 200 drone Rusia.

Tayang:
Parlemen Ukraina
DRONE RUSIA - (Ilustrasi) Tentara Ukraina berusaha menembak drone Rusia. Zelenskyy mengatakan daerah Sumy, Kharkiv, Dnipro, Zaporizhia, Khmelnytskyi dan Odesa jadi sasaran serangan lebih dari 200 drone Rusia. 

Ringkasan Berita:
  • Rusia melancarkan lebih dari 200 serangan drone ke sejumlah wilayah Ukraina, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai puluhan lainnya.
  • Serta merusak infrastruktur energi hingga menyebabkan pemadaman listrik di tengah suhu beku.
  • Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut total serangan Rusia mencakup ribuan drone, bom udara, dan rudal, serta mendesak dunia internasional meningkatkan bantuan pertahanan udara dan tekanan terhadap Rusia.

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 200 drone lebih milik Rusia menyerang beberapa wilayah di Ukraina, menurut informasi, Minggu (18/1/2026).

Wilayah yang terdampak serangan drone Rusia yakni Sumy, Kharkiv, Dnipro, Zaporizhia, Khmelnytskyi dan Odesa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan setidaknya dua korban tewas akibat serangan drone tersebut, sementara puluhan lainnya terluka.

Zelenskyy juga mengatakan serangan drone Rusia menyasar infrastruktur energi di Ukraina.

Akibatnya menyebabkan pemadaman listrik dalam suhu beku.

Dalam sebuah posting media sosial pada hari Minggu (18/1/2025), Zelenskyy dirinya mengatakan:

“Situasi dalam sistem energi tetap sulit, tetapi kami melakukan segala yang kami bisa untuk memulihkan semua layanan secepat mungkin,” tulis Zelenskyy pada X.

Zelenskyy menyebut sebelumnya telah melihat lebih dari 1.300 serangan drone, sekitar 1.050 serangan bom udara berpemandu dan 29 rudal.

Zelenskyy juga mengeluarkan seruan lain kepada para pemimpin dunia.

“Itulah sebabnya Ukraina masih membutuhkan lebih banyak perlindungan, terutama, lebih banyak rudal untuk sistem pertahanan udara. Jika Rusia sengaja menyeret proses diplomatik, respons dunia harus menentukan: lebih banyak bantuan untuk Ukraina dan lebih banyak tekanan pada agresor."

Serangan itu terjadi sehari setelah negosiator Ukraina tiba di Amerika Serikat (AS) untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump tentang bagaimana mengakhiri konflik hampir empat tahun dengan Rusia.

Baca juga: Eropa dan Donald Trump Pecah karena Greenland, Pejabat UE: China dan Rusia-lah yang Diuntungkan

Mereka diharapkan untuk fokus pada jaminan keamanan dan pemulihan pasca-perang Ukraina.

Ukraina dan AS telah menyusun proposal perdamaian 20 poin, tetapi Rusia belum mengomentarinya karena upaya Washington untuk mengakhiri pertempuran sejauh ini gagal mencapai kesepakatan, mengutip Al Jazeera, Senin (19/1/2026).

Pemerintah Rusia telah membuat beberapa tuntutan selama beberapa bulan terakhir, termasuk konsesi teritorial dan jaminan bahwa Ukraina tidak akan mencari keanggotaan NATO.

Ukraina Krisis Energi Akut

Ukraina juga menghadapi krisis energi akut karena pemboman Rusia terus menerus di musim dingin ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved