Konflik Rusia Vs Ukraina
Ukraina: Rusia Pakai Internet Starlink untuk Operasikan Drone Shahed
Penasihat Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan Rusia diduga menggunakan jaringan internet Starlink untuk meluncurkan drone Shahed.
Ringkasan Berita:
- Ukraina menuduh Rusia menggunakan jaringan internet Starlink untuk meluncurkan drone Shahed.
- Penasihat Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov, Serhii Beskrestnov mengatakan temuan itu tercatat pada 15 Januari lalu.
- Perang Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.433 ketika Zelenskyy sebut dokumen tentang jaminan keamanan AS untuk Ukraina sudah siap 100 persen.
TRIBUNNEWS.COM - Serhii Beskrestnov, ahli teknologi radio militer Ukraina dan penasihat Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov, melaporkan dugaan penggunaan amunisi jelajah Shahed oleh pasukan Rusia di dekat Kropyvnytskyi.
Menurutnya, amunisi tersebut kemungkinan dioperasikan melalui jaringan internet satelit Starlink.
"Kemarin pagi, musuh menggunakan Shahed untuk menyerang helikopter di dekat kota Kropyvnytskyi," kata Beskrestnov di Telegram, Minggu (25/1/2026).
Ia merilis sebuah video berdurasi 25 detik yang memperlihatkan panduan target.
"Dalam gambar tersebut, kita dapat melihat akuisisi target otomatis dan panduan manual menggunakan umpan video. Namun, tidak ada UAV di dekatnya untuk membuat jaringan radio Mesh. Saya menyimpulkan bahwa kita sedang menyaksikan penggunaan pertama Shahed yang beroperasi melalui Starlink," lanjutnya.
Ia mencatat bahwa Shahed yang dikendalikan secara manual ini terbang hampir di permukaan tanah untuk menghindari deteksi radar.
"Apakah saya mengharapkan ini? Ya. Apakah saya memperingatkan tentang hal ini? Ya. Apakah ada yang mendengarkan saya? Tidak. Ini semua adalah tantangan yang harus dihadapi tim kami. Dan kami akan bekerja secara proaktif," kata penasihat tersebut.
Pada tanggal 15 Januari, Beskrestnov melaporkan bahwa sebuah drone BM-35 Rusia yang dikendalikan melalui internet satelit Starlink telah ditemukan untuk pertama kalinya.
Ia mengatakan bahwa penggunaan Starlink sebelumnya hanya diamati pada UAV tipe Molniya buatan Rusia.
"Hanya masalah waktu sebelum pesawat Shahed yang dilengkapi Starlink mulai terbang. Mungkin bahkan dalam hitungan hari, bukan bulan, " kata Beskrestnov saat itu, lapor Pravda.
Baca juga: Rusia, Ukraina, dan AS akan Lanjutkan Putaran ke-2 Negosiasi di Abu Dhabi
Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.433 pada Senin (26/1/2026).
Perang Rusia–Ukraina pecah secara terbuka pada 24 Februari 2022, ditandai dengan peluncuran operasi militer besar-besaran Rusia ke berbagai wilayah Ukraina. Serangan ini menjadi titik puncak dari akumulasi ketegangan yang telah berlangsung lama, seiring memburuknya relasi kedua negara di ranah politik, keamanan, dan geopolitik regional.
Konflik ini berakar pada runtuhnya Uni Soviet yang melahirkan Rusia dan Ukraina sebagai negara berdaulat dengan arah kebijakan berbeda. Seiring waktu, Ukraina kian memperkuat orientasi ke Barat melalui kerja sama politik, ekonomi, dan pertahanan dengan negara-negara Eropa serta Amerika Serikat.
Langkah Kyiv untuk mendekat ke NATO dan Uni Eropa dipandang Moskow sebagai ancaman langsung terhadap kepentingan strategisnya. Ketegangan meningkat tajam pada 2014 setelah Revolusi Maidan menggulingkan pemerintahan Ukraina yang dinilai pro-Rusia. Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok Krimea, sementara konflik bersenjata meletus di kawasan Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Moskow.
Berbagai upaya diplomasi internasional sempat dilakukan, namun gagal meredakan konflik secara menyeluruh. Situasi kembali memburuk hingga Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022. Rusia menyatakan operasi tersebut bertujuan melindungi warga di Donbas, menjaga keamanan nasional, serta menolak ekspansi NATO ke Eropa Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PUTlNn-4324324324.jpg)