Sabtu, 11 April 2026

Kekuatan Batik dan Sarung: Identitas Pengenal Sesama WNI di Luar Negeri

Batik dan sarung menjadi penanda kuat identitas WNI di luar negeri, bahkan dikenakan Megawati Soekarnoputri dalam berbagai agenda internasional.

"Oh boleh - boleh mas," jawab saya.

Batik dan sarung seakan menjadi tanda tak tertulis yang langsung menghubungkan satu sama lain sesama WNI, menciptakan rasa 'satu kampung' saat berada di negeri orang.

Pengalaman-pengalaman tersebut menunjukkan bahwa busana ini bukan sekadar pilihan berpakaian, melainkan identitas yang hidup dan berfungsi. 

Saya merasakan kekuatan batik dan sarung sebagai simbol bangsa Indonesia justru terasa paling kuat ketika dibawa ke luar negeri. 

Di sana, busana ini bekerja sebagai pengenal dan penegas jati diri, membuktikan identitas budaya Indonesia tetap melekat dan mudah dikenali di negara mana pun kita berpijak.

Baca juga: Instruksi Megawati, PDIP Beri Penghargaan untuk Relawan Kesehatan yang Bertugas di Sumatera

Dalam kesempatan tersebut, saya bersama sejumlah jurnalis nasional ikut meliput kegiatan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri selama di UEA dan Arab Saudi

Dalam setiap kegiatan, Megawati nyaris selalu mengenakan pakaian batik. Seperti ketika menghadiri pertemuan meja bundar yang digelar Zayed Award For Human Fraternity (ZAHF), saat mendapat penganugerahan Doktor Honoris Causa atau gelar doktor kehormatan dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University, hingga ketika bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.(*)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved