Pasar di Sudan Dihantam Drone, 28 Warga Tewas, Saksi Mata: Situasi Benar-benar Horor
28 orang tewas setelah sebuah serangan drone hantam pasar yang tengah ramai pengunjung di Kordofan Utara pada Senin (16/2/2026).
Ringkasan Berita:
- Serangan drone menghantam pasar ramai di Kordofan Utara, Sudan, menewaskan sedikitnya 28 warga sipil dan melukai lebih dari 50 lainnya.
- Wilayah itu menjadi medan pertempuran antara Angkatan Bersenjata Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat dalam perebutan jalur strategis.
- Tragedi ini memperparah krisis kemanusiaan akibat perang saudara yang telah memicu jutaan pengungsi dan kelaparan luas.
TRIBUNNEWS.COM - Eskalasi kekerasan di Sudan kembali memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil.
Sebuah serangan pesawat tak berawak (drone) menghantam pasar yang tengah ramai pengunjung di negara bagian Kordofan Utara pada Senin (16/2/2026).
Sedikitnya 28 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.
Kronologi Serangan di Pusat Keramaian
Melansir laporan dari Al Jazeera, serangan tersebut terjadi di saat warga tengah memadati pasar lokal untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.
Saksi mata menggambarkan situasi horor sesaat setelah ledakan terjadi.
Lapak-lapak pedagang hancur dan kepanikan massal melanda kawasan tersebut.
Mengutip data yang dihimpun oleh Middle East Monitor, korban luka-luka diperkirakan mencapai lebih dari 50 orang, dengan banyak di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Fasilitas kesehatan di sekitar lokasi dilaporkan kewalahan menangani jumlah korban yang terus berdatangan, mengingat keterbatasan peralatan medis dan obat-obatan akibat konflik berkepanjangan yang melanda negara tersebut.
Baca juga: Pemerintah Sudan Resmi Beroperasi di Khartoum usai 3 Tahun Mengungsi Akibat Perang Saudara
Perebutan Wilayah Strategis
Kordofan Utara, khususnya wilayah yang dekat dengan ibu kota negara bagian El-Obeid, telah menjadi titik api pertempuran antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF).
Dilansir dari Dawn, wilayah ini memiliki nilai strategis yang tinggi karena menghubungkan rute logistik antara Khartoum dan wilayah Darfur di barat.
Meskipun belum ada pihak yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan drone spesifik ini, penggunaan teknologi pesawat tak berawak telah menjadi ciri khas dalam perang saudara Sudan yang meletus sejak April 2023.
Kedua belah pihak yang bertikai kerap saling tuding terkait serangan yang menyasar area pemukiman dan infrastruktur publik.
Krisis Kemanusiaan yang Meluas
Dikutip dari Yeni Safak, serangan terhadap fasilitas publik seperti pasar merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Komite lokal dan organisasi bantuan internasional telah berulang kali memperingatkan bahwa warga sipil adalah pihak yang paling menderita akibat penggunaan senjata peledak di area padat penduduk.
Baca juga: 10 Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Tercepat Tahun 2025: Sudan Selatan Peringkat 1, Disusul Guyana
Berdasarkan laporan dari ICRT, konflik di Sudan sejauh ini telah menyebabkan jutaan orang mengungsi dan menciptakan salah satu krisis kelaparan terburuk di dunia.