Jumat, 17 April 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Secret Service Tembak Mati Pria Bersenjata yang Terobos Resor Mar-a-Lago Milik Donald Trump

Seorang pria asal North Carolina tewas ditembak di Mar-a-Lago setelah mengancam petugas dengan senapan dan jerigen bensin.

Ringkasan Berita:
  • Dinas Rahasia AS menembak mati Austin Tucker Martin (21) yang mencoba menerobos resor Mar-a-Lago, Florida, Minggu (22/2/2026).
  • Pelaku membawa senapan dan jerigen bensin saat dihentikan petugas di gerbang utara.
  • Meski keluarga menyebutnya sebagai pendukung Trump yang pendiam, Martin tewas setelah mengarahkan senjata ke arah petugas.

 

TRIBUNNEWS.COM - Keamanan di kediaman pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan dunia.

Secret Service menembak mati seorang pria bersenjata yang mencoba menerobos masuk ke resor Mar-a-Lago milik Donald Trump di Florida, Minggu (22/2/2026) dini hari.

Pelaku terpaksa dilumpuhkan setelah mengancam petugas menggunakan senapan dan membawa jerigen bensin di area keamanan resor tersebut.

Mengutip laporan resmi dari Al Jazeera, insiden berdarah ini terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat (06.30 GMT).

Saat kejadian berlangsung, Presiden Donald Trump tidak berada di lokasi karena sedang menjalankan tugas di Washington, DC.

Ibu Negara Melania Trump juga dilaporkan berada di Gedung Putih bersamanya saat peristiwa mencekam itu terjadi.

Kronologi Penerobosan Perimeter Keamanan

Pihak berwenang mengidentifikasi pria yang tewas tersebut sebagai Austin Tucker Martin, seorang pemuda berusia 21 tahun asal Cameron, North Carolina.

Berdasarkan keterangan Sheriff Palm Beach County, Ric Bradshaw, Martin memasuki area properti melalui gerbang utara yang biasanya dijaga ketat.

Ia diduga memanfaatkan momentum saat sebuah kendaraan lain sedang keluar dari resor untuk menyelinap masuk.

Dilansir dari BBC, kehadiran Martin segera disadari oleh dua agen Secret Service dan seorang wakil sheriff yang sedang bertugas.

Saat dihadang, Martin turun dari kendaraannya dengan membawa peralatan yang sangat mencurigakan dan berbahaya: sebuah senapan dan jerigen bensin.

"Petugas memberikan perintah lisan yang sangat jelas, yakni 'jatuhkan barang-barang itu', yang merujuk pada jerigen bensin dan senapan yang ia pegang," ujar Bradshaw dalam konferensi pers sebagaimana dikutip dari CNN.

Namun, alih-alih menyerah, Martin justru meletakkan jerigen bensin tersebut ke tanah dan langsung mengangkat senapannya ke "posisi menembak" ke arah petugas.

Respon cepat diambil oleh tim keamanan yang langsung melepaskan tembakan untuk menetralisir ancaman.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved