Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Secret Service Tembak Mati Pria Bersenjata yang Terobos Resor Mar-a-Lago Milik Donald Trump
Seorang pria asal North Carolina tewas ditembak di Mar-a-Lago setelah mengancam petugas dengan senapan dan jerigen bensin.
Insiden ini menambah panjang daftar ancaman pembunuhan atau rencana serangan yang menyasar Donald Trump dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Trump dan Netanyahu Bertemu di Mar-a-Lago, AS Tegaskan Hamas Harus Melucuti Senjata
Wilayah Florida sendiri sebelumnya menjadi lokasi penangkapan Ryan Routh, yang mencoba menyerang Trump saat bermain golf di West Palm Beach pada akhir 2024.
Routh baru saja dijatuhi hukuman penjara seumur hidup awal bulan ini.
Selain itu, publik masih mengingat jelas upaya pembunuhan tragis di Butler, Pennsylvania, di mana Trump terluka di bagian telinga akibat tembakan saat sedang melakukan kampanye terbuka.
Rentetan kejadian ini membuat standar keamanan bagi Donald Trump terus ditingkatkan ke level yang sangat ketat, baik di Washington maupun di kediaman pribadinya di Mar-a-Lago.
Sebagai tindak lanjut, Direktur Secret Service Sean Curran telah melakukan perjalanan ke Florida untuk melakukan peninjauan pasca-kejadian.
Langkah ini diambil guna mengevaluasi kembali protokol komunikasi operasional dan respon agensi terhadap insiden kritis di masa depan.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)