Kamis, 11 Juni 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Secret Service Tembak Mati Pria Bersenjata yang Terobos Resor Mar-a-Lago Milik Donald Trump

Seorang pria asal North Carolina tewas ditembak di Mar-a-Lago setelah mengancam petugas dengan senapan dan jerigen bensin.

Tayang:

Martin dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sosok Pelaku dan Kesaksian Keluarga

Informasi mengenai latar belakang Austin Tucker Martin memicu tanda tanya besar bagi para penyidik.

Baca juga: Ego Elit dan Dampak Perang: Dari Hitler hingga Donald Trump

Melansir data dari Kantor Sheriff Moore County di North Carolina, keluarga Martin baru saja melaporkan bahwa pemuda tersebut hilang pada Minggu (22/2/2026) dini hari, hanya beberapa jam sebelum insiden di Florida terjadi.

Braeden Fields, sepupu tersangka yang berusia 19 tahun, mengaku sangat terkejut dan tidak percaya dengan tindakan kerabatnya tersebut.

Kepada kantor berita Associated Press, Fields menggambarkan Martin sebagai sosok yang sangat pendiam, bekerja di lapangan golf lokal, dan rutin menyisihkan gajinya untuk amal.

"Dia anak yang baik. Saya tidak percaya dia akan melakukan hal seperti ini. Dia bahkan takut pada senjata api dan tidak tahu cara menggunakannya," kata Fields.

Yang lebih mengejutkan, Fields menegaskan bahwa seluruh keluarga besar mereka, termasuk Martin, adalah pendukung setia Donald Trump.

Fields menyatakan Martin hampir tidak pernah membahas politik secara terbuka, sehingga motif di balik tindakannya membawa senjata ke rumah sang Presiden menjadi misteri besar bagi pihak keluarga.

Penyelidikan Intensif oleh FBI

Hingga saat ini, para penyidik dari FBI dan Secret Service belum berhasil mengidentifikasi motif pasti di balik aksi Martin.

Dikutip dari US News, Direktur FBI Kash Patel menyatakan bahwa biro tersebut telah mendedikasikan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk mengungkap kasus ini.

Penyelidikan awal menunjukkan kemungkinan bahwa Martin membeli senapan tersebut dalam perjalanan darat dari North Carolina menuju Florida.

Sebuah kotak senjata ditemukan di dalam kendaraannya sebagai barang bukti.

FBI juga mengimbau warga di sekitar rute perjalanan tersangka untuk memeriksa rekaman kamera keamanan (CCTV) guna membantu melacak aktivitas Martin sebelum tiba di Mar-a-Lago.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, memberikan apresiasi tinggi kepada tim keamanan di lapangan.

"Dinas Rahasia bertindak cepat dan tegas untuk menetralisir orang gila bersenjata yang mencoba merusak kedamaian rumah Presiden," tegasnya.

Rentetan Ancaman Terhadap Donald Trump

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved