Kamis, 7 Mei 2026

Konflik Pakistan vs Taliban

Perang Terbuka Pakistan Vs Afghanistan, Kabul Dibom, Dalam Sehari Puluhan Korban Berjatuhan 

Pakistan menyatakan berada dalam "perang terbuka" dengan negara tetangganya, Afghanistan.

Tayang:
Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni
KABUL DIBOM - Tangkap layar Khaberni saat penergetan sasaran di Kota Kabul, Afghanistan oleh militer Pakistan, Jumat (27/2/2026). Kedua negara bertetangga itu akhirnya berperang secara terbuka setelah berulang kali terlibat clash bersenjata di sepanjang perbatasan. 

Perang Terbuka Pakistan Vs Afghanistan, Kabul Dibom, Dalam Sehari Puluhan Korban Berjatuhan 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif mengatakan pada Jumat (27/2/2026) bahwa negaranya berada dalam "perang terbuka" dengan negara tetangganya, Afghanistan yang kini dipimpin rezim Taliban.

Khawaja mengatakan kalau kesabaran Islamabad telah habis karena ketegangan meningkat dalam semalam pada Jumat dini hari di mana kedua belah pihak melaporkan jatuhnya banyak korban jiwa.

Pakistan dilaporkan melakukan pengeboman ke Kabul, ibu kota Afghanistan.

Baca juga: Reaksi Dunia atas Konflik Pakistan–Afghanistan: Arab Saudi Ikut Bahas Upaya Redam Ketegangan

Dia berkata: "Kesabaran kami telah habis. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan kalian," katanya kepada pihak Afghanistan.

Afghanistan melancarkan serangan militer terhadap Pakistan pada hari Kamis, dengan alasan sebagai tanggapan atas serangan udara mematikan yang menargetkan wilayahnya beberapa hari sebelumnya.

Afghanistan juga mengumumkan pembunuhan dan penangkapan tentara Pakistan, yang dibantah oleh Islamabad.

Serangan itu, yang menurut para pejabat menargetkan titik-titik di sepanjang perbatasan, terjadi setelah serangkaian bentrokan dan serangan Pakistan terhadap Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir.

Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan di platform X, "Sebagai tanggapan atas pelanggaran berulang kali oleh tentara Pakistan, operasi ofensif skala besar telah diluncurkan terhadap pangkalan dan instalasi militer Pakistan."

Kantor gubernur Kunar dan warga di provinsi tersebut mengatakan kepada AFP bahwa operasi militer sedang berlangsung di wilayah mereka, sementara pejabat Afghanistan mengkonfirmasi bahwa tentara sedang melakukan operasi di provinsi lain.

Sebagai tanggapan, Pakistan mengumumkan bahwa serangan tersebut sedang ditangani melalui "respons yang cepat dan efektif".

Kementerian Informasi Pakistan menyatakan dalam sebuah unggahan di platform XN Afghanistan: "Penembakan tanpa provokasi diarahkan ke beberapa lokasi" di provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Juru bicara pemerintah Afghanistan membenarkan kepada AFP bahwa pasukannya telah merebut lebih dari 15 pos militer Pakistan dalam waktu dua jam.

Zabihullah Mujahid berkata: "Puluhan tentara (Pakistan) tewas dan kami telah mengangkut 10 jenazah ke Kunar dan daerah lain. Ada juga sejumlah tentara yang terluka dan ditawan."

Namun juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif mengatakan bahwa "tidak ada pos Pakistan yang direbut atau dirusak," menambahkan bahwa pasukannya "menimbulkan kerugian besar" pada tentara Afghanistan.

Seorang pejabat Afghanistan mengumumkan bahwa sejumlah warga sipil terluka di sebuah kamp untuk warga Afghanistan yang kembali dari Pakistan di dekat perbatasan Torkham.

Kepala kantor media Nangarhar, Qureshi Badlon, mengatakan: "Sebuah peluru menghantam kamp, ​​dan sayangnya tujuh pengungsi kami terluka, dan seorang wanita dalam kondisi kritis."

Meskipun perbatasan ditutup sejak bentrokan dimulai pada bulan Oktober, warga Afghanistan yang kembali diizinkan untuk menyeberanginya.

KABUL DIBOM - Tangkap layar Khaberni saat penergetan sasaran di Kota Kabul, Afghanistan oleh militer Pakistan, Jumat (27/2/2026). Kedua negara bertetangga itu akhirnya berperang secara terbuka setelah berulang kali terlibat clash bersenjata di sepanjang perbatasan.
KABUL DIBOM - Tangkap layar Khaberni saat penergetan sasaran di Kota Kabul, Afghanistan oleh militer Pakistan, Jumat (27/2/2026). Kedua negara bertetangga itu akhirnya berperang secara terbuka setelah berulang kali terlibat clash bersenjata di sepanjang perbatasan. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni)

36 Militan Afghanistan Tewas di Perbatasan

 Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengumumkan bahwa setidaknya 36 militan dari gerakan Taliban Afghanistan tewas dalam bentrokan di perbatasan dengan Pakistan, bersamaan dengan tewasnya dua tentara Pakistan dan luka-luka yang dialami tiga lainnya.

 
Tarar mengatakan: "Menurut informasi yang telah dikonfirmasi sejauh ini, 36 militan dari rezim Taliban Afghanistan tewas selama operasi yang dilakukan oleh tentara Pakistan, dan banyak yang terluka.

Dua tentara Pakistan gugur saat membela tanah air, dan tiga lainnya terluka."

Eskalasi ini terjadi beberapa hari setelah Pakistan melancarkan serangan udara di provinsi Nangarhar dan Paktika di Afghanistan pekan lalu, yang menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, menurut pihak berwenang Afghanistan.

Pada Jumat malam, angkatan bersenjata Afghanistan mengumumkan bahwa, sebagai tanggapan terhadap penembakan Pakistan, mereka telah memulai operasi militer ofensif skala besar terhadap pusat dan fasilitas pasukan Pakistan di sepanjang Garis Durand yang memisahkan kedua negara, menandakan peningkatan ketegangan yang berbahaya di wilayah perbatasan.

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved