Konflik Pakistan vs Taliban
Serangan Pakistan ke Afghanistan Tewaskan Warga Sipil, Ketegangan Perbatasan Meningkat
Serangan udara Pakistan di provinsi-provinsi timur Afghanistan kembali meningkatkan ketegangan di kawasan perbatasan kedua negara.
Ringkasan Berita:
- Serangan udara militer di provinsi Nangarhar dan Paktika, dilaporkan menewaskan dan melukai sejumlah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, setelah menghantam kawasan permukiman, madrasah, dan masjid.
- Pemerintah Afghanistan mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan norma internasional, sementara mengonfirmasi adanya laporan kredibel terkait korban sipil akibat serangan pada 21–22 Februari 2026.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Serangan udara Pakistan di provinsi-provinsi timur Afghanistan kembali meningkatkan ketegangan di kawasan perbatasan kedua negara.
Dikutip dari Khaama, Minggu (1/3/2026), otoritas Afghanistan melaporkan kematian warga sipil setelah serangan menghantam daerah permukiman dan sekolah agama di Nangarhar dan Paktika.
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengutuk serangan tersebut, yang disebut menyasar ruang publik sipil, termasuk rumah dan tempat keagamaan.
Menurut mereka, serangan itu menyebabkan banyak korban tewas dan luka serta melanggar norma internasional dan kedaulatan negara.
Pejabat Afghanistan dan sumber kemanusiaan setempat melaporkan bahwa serangan udara Pakistan menghantam kompleks perumahan di distrik Behsud dekat Jalalabad, provinsi Nangarhar.
Lebih dari selusin warga sipil dilaporkan tewas, sementara lainnya terluka atau masih hilang.
Laporan lokal mengidentifikasi korban tewas, antara lain Shahabuddin (80), Sherkat (30), Sherwal (15), Fakhr Alam (12), Noor Alam (10), Mir Alam (8), Farisha (17), Khadija (15), Marwa (6), Muhmanda (40), Bibi Rawza (30), Nazim (16), Shams Sharakat (14), Aftab Sharakat (10), Basit Sharakat (5), dan Muhammad Sharakat (1).
Serangan tambahan juga dilaporkan terjadi di provinsi Paktika, termasuk di desa Marghai, distrik Barmal.
Sebuah madrasah, masjid, dan rumah-rumah di sekitarnya dilaporkan terkena dampak.
Otoritas Afghanistan menyebut seluruh korban merupakan warga sipil dan kembali menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan.
Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA), dalam pernyataan tertanggal 23 Februari 2026, mengonfirmasi adanya laporan kredibel mengenai korban sipil akibat serangan udara yang dilakukan militer Pakistan pada malam 21 Februari hingga dini hari 22 Februari.
Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang rapuh untuk meredakan ketegangan perbatasan.
Pada Oktober 2025, setelah bentrokan lintas batas mematikan, Qatar dan Turki menengahi kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan di Doha dan kemudian diperpanjang melalui pembicaraan di Istanbul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pakistan-Bom-Afghanistan.jpg)