Iran Vs Amerika Memanas
Kapal Tanker Skylight yang Lewati Selat Hormuz Dibom, 4 Orang Terluka
Kapal tanker Skylight menjadi target serangan drone yang menyebabkan empat orang terluka.
Ringkasan Berita:
- Lalu lintas kapal di Selat Hormuz menurun tajam setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.
- Kapal tanker Skylight menjadi target serangan drone yang menyebabkan empat orang terluka.
- Ancaman penutupan selat memicu gangguan pengiriman minyak dan berpotensi menaikkan harga energi global.
TRIBUNNEWS.COM – Lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur sempit sepanjang 33 kilometer yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, menurun tajam setelah serangan militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Platform pelacakan kapal MarineTraffic menunjukkan penurunan lalu lintas kapal sebesar 70 persen melalui selat tersebut pada Sabtu (28/2/2026) malam, kata Dimitris Ampatzidis, analis risiko dan kepatuhan senior di Kpler, perusahaan induk MarineTraffic, kepada The New York Times.
Pada Minggu (1/3/2026) sore, sebuah kapal tanker Skylight berbendera Palau, sekitar 5 mil laut di utara Pelabuhan Khasab di lepas pantai Semenanjung Musandam, Oman, dihantam serangan drone.
Sedikitnya empat orang terluka dalam serangan tersebut, menurut Pusat Keamanan Maritim Oman (MSC).
Kapal tanker minyak itu, diawaki 20 orang, terdiri atas 15 warga negara India dan lima warga negara Iran.
Fasilitas di Pelabuhan Duqm, Oman, juga menjadi sasaran dua drone, meskipun Oman sempat berperan sebagai mediator dalam ketegangan tersebut pada pekan lalu.
Belum dapat dipastikan pihak yang menyerang kapal tersebut.
Namun, insiden ini terjadi setelah deklarasi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahwa Selat Hormuz ditutup untuk navigasi internasional pada Sabtu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran mengirimkan pesan transmisi VHF kepada kapal-kapal yang melintas, memberitahukan bahwa tidak ada kapal yang diizinkan melintasi selat tersebut.
Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai penutupan total Selat Hormuz.
“Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, dan Qatar adalah yang paling rentan,” kata Ampatzidis.
“Karena sebagian besar ekspor minyak mentah dan gas alam cair mereka melalui laut melewati Hormuz.”
Baca juga: 19.000 Penerbangan Timur Tengah Kacau akibat Serangan AS-Israel terhadap Iran, Penumpang Terlantar
Sejumlah pedagang senior menilai ancaman Iran sebagai hal yang kredibel dan telah menghentikan seluruh pengiriman mereka melalui selat tersebut.
Perusahaan pelayaran juga menangguhkan pengiriman dan mengalihkan rute kapal tanker di tengah kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran.
Sebuah kapal tanker terlihat berbalik arah di dekat Bab el-Mandeb pada Sabtu di tengah kekhawatiran akan serangan kelompok Houthi terhadap pelayaran komersial.