Iran Vs Amerika Memanas
Rekap Data Terkini Konflik Iran vs Israel + Amerika Serikat, Selasa 3 Maret Pukul 13.10 WIB
Rekapitulasi data kekuatan, persenjataan, hingga dampak kerusakan dalam konflik Iran vs Israel+AS, dihimpun hingga Selasa (3/3/2026) pukul 13.10 WIB.
TRIBUNNEWS.COM - Eskalasi konflik di Timur Tengah telah mencapai titik didih tertinggi.
Blok Israel-Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam perang skala penuh (Full-Scale War) yang pecah sejak Sabtu (28/2/2026).
Situasi ini memicu pergeseran geopolitik radikal dan mengancam stabilitas ekonomi dunia secara instan.
Berikut adalah rekapitulasi data lengkap terkait kekuatan, persenjataan, hingga dampak kerusakan yang dihimpun hingga Selasa (3/3/2026) pukul 13.10 WIB:
1. Situasi Perang Terkini (Update 3 Maret)
Memasuki hari keempat sejak serangan pembuka pada 28 Februari, medan pertempuran kini meluas hingga ke Lebanon dan Siprus.
Setelah pengibaran Bendera Merah Balas Dendam di Masjid Jamkaran, Iran memulai fase kedua "Operasi Epic Fury" dengan target pusat ekonomi Israel dan pangkalan militer Barat di Teluk.
Presiden AS, Donald Trump memproyeksikan operasi ini akan berlangsung intens selama 4 hingga 5 minggu, namun menegaskan militer AS siap untuk konfrontasi jangka panjang.
Sementara itu, Iran secara resmi telah menutup Selat Hormuz, melumpuhkan jalur pengiriman energi dunia.
2. Rekapitulasi Kekuatan Militer dan Persenjataan
| Sektor | Blok Israel & Amerika Serikat | Iran dan Poros Perlawanan |
| Personel |
AS: 45.000 (Pangkalan Regional) + Korps Marinir.
|
Aktif: 610.000 personel (AD, AL, AU + IRGC). Cadangan: 1.000.000+ (Mobilisasi Basij). |
| Udara | F-35 Adir, F-22 Raptor, B-2 Spirit (Bunker Buster), MQ-9 Reaper, F-15E Strike Eagle. | Su-35 Flanker-E (Modern), F-14 Tomcat, Drone Kamikaze Shahed-136 & Shahed-238 (Jet). |
| Laut | USS Abraham Lincoln, USS George Washington, Kapal perusak Arleigh Burke, Kapal selam Dolphin-class. | Korvet Shahid Soleimani, Kapal selam Ghadir, Ribuan Kapal Cepat (Fast Attack Craft). |
| Darat dan Rudal | Tank Merkava Mk 4/5, M1A2 Abrams. Rudal Tomahawk, Jericho-3, Sistem Pertahanan Iron Dome & Arrow-3. | Tank Karrar, T-72S. Rudal Hipersonik Fattah-1, Kheibar Shekan, & Sistem Bavar-373. |
3. Data Korban Jiwa dan Kerusakan Fasilitas
Pihak Iran:
- Total Korban Tewas: Diperkirakan melampaui 555 jiwa (Angka dinamis seiring evakuasi reruntuhan).
- Tokoh Kunci Gugur: Ayatollah Ali Khamenei (Pemimpin Tertinggi), Jenderal Abdulrahim Mousavi (Panglima Militer), dan Brigjen Mohammad Pakpour (Komandan AD IRGC).
- Tragedi Sipil: Di kota Minab, serangan udara dilaporkan menewaskan antara 108 hingga 168 siswi di sebuah kompleks pendidikan.
Pihak Israel & Amerika Serikat:
- Israel: 11–15 warga sipil tewas di Tel Aviv dan Ashdod akibat hantaman rudal balistik.
- Amerika Serikat: Pentagon mengonfirmasi 4 personel militer gugur hingga Senin sore (termasuk insiden di Al-Udeid dan Kuwait).
- Regional: 52 tewas di Lebanon (Hezbollah), 3 di UEA, dan 2 di Irak.
Kerusakan Gedung & Fasilitas:
- Teheran: Kompleks Pasteur (Kediaman Pemimpin) hancur total. Lebih dari 45 gedung pemerintahan di pusat kota rata dengan tanah.
- Infrastruktur Nuklir: Situs pengayaan Natanz dan Isfahan mengalami kerusakan struktural berat akibat bom penetrator.
- Pangkalan Barat: Pangkalan udara Inggris RAF Akrotiri di Siprus mengalami kerusakan hanggar akibat serangan drone drone jarak jauh.
Baca juga: Trump Proyeksikan Perang AS-Israel vs Iran Berlangsung 4–5 Minggu, Bisa Lebih Lama
4. Geografi Sasaran Tembak Utama
- Iran: Teheran (Pusat Komando), Isfahan (Nuklir), Bushehr (Pelabuhan/Energi), Tabriz, dan fasilitas IRGC di pegunungan Zagros.
- Israel: Tel Aviv (Area Hakirya), Pangkalan Udara Nevatim di Negev, dan kilang minyak di Haifa.
- Blok Regional: Pangkalan Al-Udeid (Qatar), Pangkalan Armada ke-5 (Bahrain), dan pangkalan logistik di perbatasan Irak-Suriah.
- Target Baru: Gedung-gedung ikonik di Dubai (UEA) mulai terdeteksi sebagai sasaran drone, memicu eksodus warga asing.
5. Peta Aliansi Global
Blok Pro-Israel & Amerika Serikat:
- Inggris: Memberikan dukungan tempur udara langsung dan mengerahkan ahli intersepsi drone (pengalaman Ukraina) ke Teluk.
- Prancis & Jerman: Memberikan dukungan intelijen serta logistik medis.
- Yordania: Aktif membantu menjatuhkan rudal/drone yang melintasi ruang udaranya.
- UEA & Bahrain: Menyediakan akses pangkalan militer bagi pasukan koalisi.
Blok Pro-Iran (Poros Perlawanan):
- Rusia & China: Mengecam agresi secara diplomatik; Rusia dilaporkan memberikan bantuan peperangan elektronik (EW) dan intelijen satelit.
- Hizbullah (Lebanon): Membuka front utara dengan ribuan roket per hari ke Israel.
- Houthi (Yaman): Blokade Laut Merah dan serangan rudal ke pelabuhan Eilat.
- Milisi Irak: Melakukan serangan sporadis ke pangkalan logistik AS.
6. Analisis Dampak Global
Harga minyak mentah dunia (Brent) telah melonjak drastis akibat ancaman blokade total Selat Hormuz.
Ibu Negara AS, Melania Trump, muncul di Dewan Keamanan PBB untuk menyuarakan perlindungan anak-anak, meski langkah ini menuai kritik tajam di tengah agresi militer yang diperintahkan suaminya.
Dunia kini menanti suksesi kepemimpinan darurat di Teheran dan langkah balasan Iran selanjutnya yang diprediksi akan melibatkan seluruh jaringan proxy di Timur Tengah.
(Laporan ini disusun berdasarkan penggabungan data lapangan dan laporan media internasional hingga 3 Maret 2026 pukul 13.10 WIB).
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)