Sabtu, 2 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Temui Dubes Boroujerdi, PKB Tegaskan Solidaritas terhadap Rakyat Iran di Tengah Agresi AS-Israel

DPP PKB secara terbuka mengecam serangan militer yang dinilai tidak memiliki dasar sah menurut prinsip hukum internasional. 

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Willem Jonata
HO/IST
SOLIDARITAS - Jajaran PKB saat menyambangi Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia. Mereka menyampaikan duka cita sekaligus sikap tegas terhadap eskalasi militer yang menimbulkan korban jiwa dalam pertemuan dengan Duta Besar Republik Islam Iran. Wakil Ketua Harian DPP PKB, Najmi Mumtaza Rabbany, hadir bersama Riezal Ilham Pratama dan Gielbran Muhammad Noor. Pertemuan itu wujud solidaritas. 

Ringkasan Berita:
  • Agresi militer yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran menyita perhatian dunia. Termasuk jajaran pimpinan PKB
  • Pertemuan jajaran pimpinan PKB dengan Duta Besar Iran untuk Indonesa sebagai wujud solidaritas terhadap rakyat Iran
  • Kekerasan bukanlah jalan penyelesaian. Eskalasi militer hanya akan memperdalam ketidakstabilan dan berdampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jajaran pimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan duka cita sekaligus sikap tegas terhadap eskalasi militer yang menimbulkan korban jiwa dalam pertemuan dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.

Wakil Ketua Harian DPP PKB, Najmi Mumtaza Rabbany, hadir bersama Riezal Ilham Pratama dan Gielbran Muhammad Noor. 

Najmi mengatakan pertemuan tersebut adalah wujud solidaritas dan empati PKB terhadap rakyat Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Baca juga: PKB Kutuk Keras Israel-AS Bunuh Ali Khamenei: Hari Ini Iran Jadi Target, Besok Bisa Jadi Negara Lain

“Kami hadir sebagai bentuk moral support. Setiap kehilangan nyawa dalam konflik bersenjata adalah tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dipandang biasa,” ujar Najmi kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Dalam forum diplomatik itu, DPP PKB secara terbuka mengecam serangan militer yang dinilai tidak memiliki dasar sah menurut prinsip hukum internasional. 

PKB menilai langkah tersebut berisiko memperluas konflik dan memperparah instabilitas regional.

“Kekerasan bukanlah jalan penyelesaian. Eskalasi militer hanya akan memperdalam ketidakstabilan dan berdampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik, termasuk bagi bangsa Indonesia,” kata Najmi.

Hal serupa disampaikan Riezal Ilham Pratama yang menyoroti dampak berkepanjangan konflik bersenjata bagi masyarakat sipil.

Menurutnya, warga sipil selalu menjadi pihak paling dirugikan dalam setiap peperangan.

“Karena itu, pendekatan kemanusiaan dan diplomasi harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelesaian sengketa antarnegara,” ujarnya.

Sementara itu, Gielbran Muhammad Noor menekankan pentingnya peran aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia, sejalan dengan mandat konstitusi.

“Indonesia memiliki komitmen historis terhadap perdamaian dunia. Kita harus terus mendorong de-eskalasi dan memperkuat jalur diplomasi melalui berbagai forum internasional yang tersedia,” kata dia.

Dia menegaskan politik luar negeri Indonesia harus konsisten dengan amanat Pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Karena itu, PKB menyerukan seluruh pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan mengedepankan dialog.

“Perdamaian adalah amanat konstitusi sekaligus tanggung jawab moral kita bersama,” pungkas dia

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved