Iran Vs Amerika Memanas
Putra Ali Khamenei, Mojtaba, Dilaporkan Terpilih Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran Berikutnya
Mojtaba Khamenei dilaporkan terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran setelah wafatnya Ali Khamenei.
Ringkasan Berita:
- Mojtaba Khamenei dilaporkan terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran setelah wafatnya Ali Khamenei.
- Pemilihan ini disebut terjadi di bawah tekanan kuat dari Garda Revolusi Islam.
- Media resmi Iran belum memberikan konfirmasi atas penunjukan tersebut.
TRIBUNNEWS.COM – Majelis Para Ahli Iran (Assembly of Experts) dilaporkan telah memilih putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi berikutnya setelah wafatnya sang ayah, menurut sumber eksklusif yang dikutip oleh Iran International.
Pemilihan ini disebut berlangsung di bawah tekanan kuat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Hingga berita ini ditulis, media resmi Iran belum mengonfirmasi penunjukan tersebut.
Siapa Mojtaba?
Mengutip Hindustan Times, Mojtaba (56) merupakan putra tertua kedua Ali Khamenei dan dikenal memiliki hubungan yang kuat dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Mojtaba bukanlah ulama berpangkat tinggi.
Ia tidak pernah memegang jabatan resmi dan tidak memiliki peran formal dalam rezim tersebut.
Namun, ia diyakini memiliki pengaruh yang cukup besar di balik layar.
Ia pernah bertugas di angkatan bersenjata Iran selama perang Iran–Irak.
Meskipun kemungkinan terdapat penolakan terhadap pemilihannya, mengingat prinsip-prinsip Syiah, banyak petinggi Iran juga telah dinetralisir dalam serangan terhadap negara tersebut.
Mojtaba disebut sebagai salah satu anggota keluarga Khamenei yang selamat, sementara istri, putri, cucu, menantu perempuan, dan menantu laki-laki mendiang pemimpin tertinggi itu dilaporkan tidak selamat.
Baca juga: Pengamat Politik Timur Tengah: Iran Punya Strategi Perang Hebat dan Senjata Rahasia, Siap Melawan
Keluarga
Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad-Adel.
Zahra merupakan putri dari Gholam-Ali Haddad-Adel, seorang politikus konservatif Iran dan mantan Ketua Parlemen.
Keduanya dilaporkan menikah pada tahun 2004.
Zahra dilaporkan tewas pada tahun 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran.
Pasangan ini dilaporkan memiliki tiga anak, meskipun tidak banyak detail yang tersedia mengenai anak-anak tersebut.
Perbedaan Pendapat
Meskipun banyak pihak sejak lama meyakini bahwa Mojtaba akan menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan Khamenei, para ahli memiliki pandangan yang berbeda.
Khamenei sendiri dilaporkan tidak memasukkan Mojtaba dalam daftar calon pengganti yang dibuatnya tahun lalu.
Dalam kalangan ulama Muslim Syiah Iran, suksesi ayah ke anak tidak dipandang positif.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.