Iran Vs Amerika Memanas
Pezeshkian Puji Keberanian Spanyol yang Tolak Dukung AS untuk Serang Iran
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian memuji keberanian Spanyol yang menolak untuk membantu AS dalam menyerang Iran.
Keputusan ini jelas menghambat manuver AS dan Israel yang tengah melancarkan serangan terhadap Iran.
Meski dilarang, Trump dengan gaya khasnya mengklaim tetap bisa menggunakan pangkalan tersebut secara sepihak.
"Kalau mau, kami bisa terbang ke sana dan memakainya begitu saja."
"Tidak ada yang bisa melarang, tapi kami tidak harus melakukannya," ketusnya.
Selain urusan pangkalan, Trump juga mengungkit "dosa" Spanyol lainnya, yakni keengganan Madrid menaikkan anggaran pertahanan NATO hingga 5 persen dari PDB.
Spanyol bersikeras hanya sanggup di angka 2,1 persen, sebuah keputusan yang membuat Trump meradang.
Baca juga: Gara-gara Konflik Iran, Dialog Damai Ukraina-Rusia Macet, Zelensky Ngaku Kecewa
Spanyol di bawah Perdana Menteri Pedro Sánchez memang dikenal memiliki haluan politik yang berbeda dengan Trump.
Sebagai salah satu pemimpin progresif terakhir di Eropa, Sánchez vokal mengkritik serangan Israel di Gaza, yang sangat kontras dengan kebijakan luar negeri AS saat ini.
Sumpah Trump untuk Hancurkan Iran
Sementara itu, Trump secara terang-terangan menyatakan bakal menghancurkan pemerintah Iran tanpa ampun.
Melalui serangan udara masif, AS mengklaim tengah berada di ambang kemenangan total dalam kampanye militernya.
Kepala Pentagon, Pete Hegseth, memberikan pernyataan provokatif dengan menyebut militer AS kini bergerak tanpa batasan.
"Jet-jet tempur kita menguasai langit Iran 24 jam sehari. Iran tidak bisa berkutik," tegas Hegseth kepada awak media, Rabu (4/3/2026), mengutip Al Jazeera.
Hegseth tak menampik serangan ini mengakibatkan kehancuran luar biasa. Ia bahkan menyebut perang ini sengaja dibuat tidak seimbang.
"Kami menghantam mereka saat mereka sedang jatuh, dan itulah cara yang benar untuk menang," tambahnya.
Senada dengan Pentagon, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan serangan belum akan berakhir.
AS berencana "menghujani" titik-titik krusial di Iran dengan rudal dalam waktu dekat guna memastikan dominasi penuh.
"Dalam hitungan jam, militer AS akan menjatuhkan senjata dan rudal ke target-target strategis yang sudah dipetakan oleh Departemen Perang," kata Leavitt.
(Tribunnews.com/Whiesa)