Sabtu, 11 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

MUI: Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Israel-AS Hadapi Tantangan Moral hingga Militer Lebih Besar

MUI: Mojtaba Khamenei pimpin Iran pasca-gugurnya Ali Khamenei. Israel & AS hadapi tantangan militer lebih besar. Simak analisis geopolitiknya!

Penulis: Fahdi Fahlevi
tangkapan layar
PEMIMPIN IRAN — Potret Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang diunggah situs berita resmi pemerintah Iran, PressTV. MUI menilai suksesi ini menjadi momentum krusial yang akan memperkeras perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel, sekaligus memperkuat persatuan dunia Islam demi kemerdekaan Palestina. 
Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei resmi terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
  • Suksesi terjadi pasca-gugurnya Ali Khamenei akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel.
  • Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai kepemimpinan Mojtaba akan memperkuat perlawanan terhadap hegemoni Barat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAMojtaba Khamenei resmi terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat akibat serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai suksesi ini sebagai momentum krusial yang akan mengubah peta dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah secara signifikan.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa kepemimpinan Mojtaba Khamenei justru akan memperkokoh garis kebijakan perlawanan Iran terhadap Israel dan AS.

Tantangan Besar bagi Blok Barat

Menurut Sudarnoto, terpilihnya Mojtaba bukan sekadar suksesi biologis, melainkan keberlanjutan ideologis yang akan memberikan tekanan lebih besar bagi lawan-lawan Teheran.

Ia menilai bahwa strategi serangan militer yang menyasar pemimpin sebelumnya justru memicu kegagalan strategi bagi AS dan Israel.

"Dengan dipilihnya Mojtaba Khamenei, Israel dan Amerika akan menghadapi tantangan yang semakin besar, baik secara moral, ekonomi, politik, maupun militer," ujar Sudarnoto dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Ia menambahkan bahwa respons balasan dari Teheran pasca-serangan menunjukkan bahwa kekuatan Iran tidak melemah, melainkan kian solid dalam menghadapi eskalasi konflik di kawasan tersebut.

"Harapan dan perkiraan Amerika dan Israel justru mengalami kegagalan yang serius," imbuhnya.

Momentum Persatuan Dunia Islam

Selain aspek keamanan, MUI menyoroti dinamika internal di Amerika Serikat serta perbedaan sikap negara-negara Eropa terhadap kebijakan Washington sebagai peluang bagi Iran.

Sudarnoto berharap kepemimpinan baru ini dapat menjadi motor penggerak bagi negara-negara Muslim untuk bersatu memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Saya berharap ini menjadi momentum historis bagi runtuhnya hegemoni imperialistik Amerika dan Israel, serta membuka jalan bagi kemerdekaan Palestina," tegasnya.

Baca juga: Hari ke-11 Perang Iran: Teheran Digempur Bom, Massa Turun ke Jalan Berikan Dukungan Mojtaba Khamenei

Reformasi PBB dan Peran OKI

Lebih lanjut, MUI mendorong situasi ini menjadi pemicu bagi penguatan peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Hal ini dinilai penting untuk mendesak reformasi dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) demi tatanan dunia yang lebih adil.

Kepemimpinan Mojtaba Khamenei diharapkan tidak hanya melanjutkan garis kebijakan pendahulunya, tetapi juga menjadi simpul baru bagi perlawanan terhadap ketidakadilan global.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved