Sabtu, 25 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Anggota Komisi VII DPR Ingatkan Risiko Bagi Industri Indonesia Imbas Konflik di Timur Tengah

Konflik di kawasan Timur Tengah tersebut dapat memicu volatilitas harga energi dunia yang berujung pada efek negatif ke industri nasional

HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
PERANG MEMBESAR - Kobaran api dari ledakan yang menghantam sebuah depot bahan bakar minyak di Teheran, Iran, Sabtu (7/3/2026) malam. Iran membalas lewat rudal yang diluncurkan IRGC dan menyasar kilang minyak Haifa, menandakan perluasan perang yang tidak hanya menargetkan sasaran militer tetapi juga fasilitas energi. 

“Kita harus pikirkan langkah strategis bersama dengan pemerintah dalam menyikapi hal ini. Mengingat perkembangan situasi geopolitik global, kinerja ekspor industri manufaktur Indonesia selama ini sangat dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi global dan permintaan pasar internasional,” tandas legislator Partai Golkar itu.

Sebelumnya, militer Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi militer negara.

Iran lalu membalasnya dengan meluncurkan serangan militer ke pangkalan-pangkalan militer AS yang ada di negara-negara tetangganya dan juga target-target strategis di wilayah pendudukan Israel.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved