Senin, 13 April 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Trump Gugat Harvard Miliaran Dolar, DOJ Sebut Kampus Elite AS Diam atas Antisemitisme

Donald Trump menggugat Harvard miliaran dolar dan menuding kampus itu membiarkan antisemitisme di lingkungan akademik.

Ringkasan Berita:
  • Pemerintahan Trump menggugat Harvard dan menuntut miliaran dolar atas dugaan pembiaran antisemitisme di kampus.
  • DOJ menuding Harvard “tidak melakukan apa pun”, sementara Harvard membalas dengan menyebut gugatan itu bermotif politik.
  • Kasus ini dapat menjadi preseden besar bagi hubungan pemerintah AS dengan kampus elite dan kebebasan akademik.

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggugat Universitas Harvard atas dugaan diskriminasi terhadap mahasiswa Yahudi dan Israel.

Langkah hukum ini menjadi eskalasi terbaru dalam konflik panjang Gedung Putih dengan kampus Ivy League tersebut.

Reuters melaporkan, gugatan itu diajukan pada Jumat, 20 Maret 2026, di pengadilan federal Distrik Massachusetts.

Pemerintah AS menuduh Harvard gagal melindungi mahasiswa Yahudi dan Israel dari pelecehan, intimidasi, dan pengucilan di lingkungan kampus.

Dalam gugatan itu, Departemen Kehakiman AS menilai Harvard menunjukkan sikap “deliberate indifference” atau ketidakpedulian yang disengaja terhadap dugaan antisemitisme di kampus.

Reuters melaporkan, pemerintah juga berupaya menarik kembali miliaran dolar dana pembayar pajak yang telah mengalir ke Harvard.

Baca juga: Kutip Survei Harvard, Prabowo Sebut Rakyat Indonesia Paling Bahagia di Dunia

DOJ Tuduh Harvard Membiarkan Antisemitisme

Dalam gugatan tersebut, pemerintah menuduh mahasiswa Yahudi dan Israel di Harvard telah “dilecehkan, diserang secara fisik, diuntit, dan diludahi”.

Pemerintah juga menyebut mereka “mengalami lingkungan pendidikan yang tidak ramah” dan berulang kali tidak mendapat akses yang sama ke fasilitas pendidikan akibat aksi demonstrasi di kampus.

Salah satu kutipan paling keras dalam gugatan itu berbunyi, “Harvard’s response to all this: do nothing.” Reuters merangkum tuduhan pemerintah kampus itu secara selektif gagal menegakkan aturan ketika mahasiswa Yahudi dan Israel menjadi sasaran.

Pemerintah federal juga menilai fakultas dan pimpinan kampus telah menutup mata terhadap diskriminasi yang terjadi.

Tuduhan ini mempertegas arah serangan politik dan hukum pemerintahan Trump terhadap universitas-universitas elite di Amerika Serikat.

Harvard Membalas, Sebut Gugatan sebagai Pembalasan

Harvard menolak keras tuduhan pemerintah.

Reuters melaporkan, juru bicara Harvard mengatakan kampus itu “deeply cares about our Jewish and Israeli community members” atau sangat peduli terhadap anggota komunitas Yahudi dan Israel mereka.

Dalam pernyataan resminya, Harvard juga menegaskan telah mengambil langkah “substantive and proactive” untuk mengatasi akar masalah antisemitisme di kampus.

Kampus itu menyebut telah memperkuat pelatihan, reformasi disiplin, serta penegakan kebijakan anti-pelecehan dan anti-diskriminasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved