Sabtu, 11 April 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Trump Gugat Harvard Miliaran Dolar, DOJ Sebut Kampus Elite AS Diam atas Antisemitisme

Donald Trump menggugat Harvard miliaran dolar dan menuding kampus itu membiarkan antisemitisme di lingkungan akademik.

Harvard juga menyerang balik motif gugatan tersebut.

Menurut Reuters, pihak universitas menyebut gugatan ini sebagai “politically motivated retaliation” atau pembalasan yang bermotif politik.

Versi lain dari bantahan Harvard juga menegaskan gugatan itu adalah “another act of retaliation” karena universitas menolak menyerahkan kendali kampus kepada pemerintah federal.

Dana Federal dan Tuntutan Miliaran Dolar Jadi Inti Sengketa

Nilai pasti ganti rugi yang diminta pemerintah belum dijabarkan secara rinci dalam seluruh laporan.

Namun Reuters menyebut gugatan itu dirancang untuk memulihkan kembali miliaran dolar dana federal yang sudahdiberikan kepada Harvard.

Baca juga: Asisten Influencer Curi Identitas Daring Bosnya, Mengaku Mahasiswi Harvard dan Raup Rp2,5 Miliar

Sebelumnya, Trump juga sempat menyatakan pemerintahannya ingin mendapatkan 1 miliar dolar AS dari Harvard.

Reuters melaporkan, sengketa ini muncul setelah pemerintah lebih dulu meninjau sekitar 9 miliar dolar AS hibah dan kontrak federal terkait Harvard, lalu membekukan lebih dari 2 miliar dolar AS dana penelitian.

Perseteruan itu makin membesar ketika Harvard menggugat balik pemerintah untuk memulihkan dana penelitian federal dan melindungi mahasiswa internasionalnya.

Pada September 2025, hakim federal memutuskan pemotongan lebih dari 2 miliar dolar AS dana hibah penelitian Harvard dilakukan secara ilegal.

Trump Jadikan Kampus Elite Medan Perang Politik

Kasus Harvard kini dilihat sebagai bagian dari kampanye lebih luas pemerintahan Trump terhadap universitas-universitas top AS.

Reuters melaporkan, administrasi Trump telah mengambil langkah serupa terhadap kampus lain dengan dalih memerangi antisemitisme dan melindungi mahasiswa Yahudi.

Dalam praktiknya, kebijakan itu juga berkaitan erat dengan protes mahasiswa pro-Palestina yang merebak di berbagai kampus Amerika sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023.

Gugatan terhadap Harvard berpotensi menjadi preseden besar dalam perdebatan soal hak sipil mahasiswa, kebebasan akademik, dan batas campur tangan pemerintah federal terhadap perguruan tinggi.

Bila pengadilan mengabulkan tuntutan pemerintah, dampaknya bukan hanya akan dirasakan Harvard, tetapi juga kampus-kampus lain yang berhadapan dengan tekanan politik serupa di era Trump.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved