Jumat, 10 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Timur Tengah Memanas, Kapal Selam Nuklir Inggris HMS Anson Siaga di Laut Arab

Kapal selam nuklir Inggris HMS Anson siaga di Laut Arab, bawa rudal jelajah jarak jauh, siap serang jika konflik Iran-AS-Israel makin memanas.

Editor: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • HMS Anson disiagakan di Laut Arab, memperkuat posisi militer Inggris di tengah konflik Iran–AS–Israel dengan kemampuan serangan jarak jauh.
  • Siaga tempur penuh, mampu meluncurkan rudal jelajah presisi tinggi jika diperintahkan, dengan operasi senyap dan sulit terdeteksi.
  • Didukung teknologi canggih, reaktor nuklir tahan 25 tahun dan sistem mandiri, namun tetap dibatasi logistik makanan awak sekitar 3 bulan.

TRIBUNNEWS.COM - Angkatan Laut Kerajaan Inggris diam-diam mengerahkan kapal selam nuklir canggih, HMS Anson, ke wilayah Laut Arab.

Kehadiran kapal selam ini disebut membawa kemampuan serangan strategis yang signifikan di tengah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menurut sumber militer, HMS Anson telah tiba dan mengambil posisi di perairan dalam Laut Arab bagian utara setelah berlayar ribuan mil dari Australia.

Kapal selam ini dilengkapi dengan rudal jelajah Tomahawk Block IV yang memiliki jangkauan hingga sekitar 1.000 mil, serta torpedo berat Spearfish.

Penempatan HMS Anson dinilai sebagai langkah strategis Inggris untuk memperkuat posisi militernya di kawasan.

Langkah ini juga sejalan dengan keputusan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang dilaporkan telah mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris untuk operasi yang lebih luas.

Sebelumnya, penggunaan pangkalan tersebut hanya dibatasi untuk operasi defensif. 

Namun kini, cakupannya diperluas dengan dalih “pertahanan diri kolektif” guna melindungi jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz.

Siap Luncurkan Serangan Jika Diperintahkan

Dalam skenario eskalasi, HMS Anson dapat meluncurkan salvo rudal jelajah setelah menerima perintah dari pusat komando militer Inggris di Northwood, London.

Komando tersebut berada di bawah kendali Letnan Jenderal Nick Perry, yang bertanggung jawab atas operasi gabungan.

Dalam skenario eskalasi konflik, setelah perintah diberikan, HMS Anson memiliki kemampuan untuk langsung meluncurkan rudal jelajah ke target yang telah ditentukan.

Sistem persenjataan yang dimiliki memungkinkan serangan dilakukan dari jarak jauh dengan tingkat presisi tinggi.

Kesiapan ini didukung oleh desain kapal selam yang beroperasi secara senyap dan sulit terdeteksi musuh. 

Baca juga: Iran Membantah! Berita Teheran Luncurkan Rudal ke Diego Garcia Diduga Bagian Operasi False Flag

Dengan kemampuan tersebut, HMS Anson dapat tetap berada di posisi strategis tanpa diketahui, sambil menunggu instruksi.

Selain itu, kapal ini hanya muncul ke permukaan dalam waktu singkat untuk berkomunikasi dengan markas militer, sehingga tetap menjaga kerahasiaan lokasinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved