Iran Vs Amerika Memanas
Atasi Krisis BBM, Malaysia Pangkas Kuota Subsidi dan Terapkan WFH bagi ASN
Anwar Ibrahim menilai WFH bukan hanya sebagai solusi penghematan operasional kantor, tetapi juga upaya meningkatkan keseimbangan hidup
Harga bensin bagi penerima subsidi dipastikan tetap bertahan di angka RM1,99 (sekitar Rp6.700) per liter, jauh di bawah harga pasar demi menjaga daya beli rakyat.
Rencana Kerja Dari Rumah (WFH) bagi ASN
Selain sektor energi, PM Anwar juga menyoroti perlunya efisiensi di sektor publik guna menghadapi tekanan ekonomi.
Di tengah tekanan ekonomi, PM Anwar juga menginstruksikan pengkajian langkah-langkah kerja yang lebih fleksibel.
Anwar mengaku pemerintah Malaysia saat ini tengah mempertimbangkan penerapan sistem Kerja Dari Rumah (WFH) secara bertahap bagi para pegawai negeri atau ASN.
Ia menginstruksikan pengkajian mendalam terhadap langkah-langkah kerja yang lebih fleksibel tersebut bagi birokrasi Malaysia.
Kebijakan ini dinilai bukan hanya sebagai solusi penghematan operasional kantor, tetapi juga upaya meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) pegawai.
"Langkah ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas di sektor publik. Jika berhasil, kami berharap sektor swasta juga dapat mengikuti pola serupa demi meningkatkan efisiensi nasional secara menyeluruh," tambahnya.
Disiplin Anggaran dan Investasi Signifikan
Anwar Ibrahim juga menegaskan komitmen Pemerintah Malaysia untuk menjaga disiplin keuangan negara dan mencegah terjadinya kebocoran anggaran.
Ia menyebut bahwa meskipun ekonomi global sedang lesu, Malaysia tetap berhasil menarik investasi asing yang sangat signifikan.
"Pemerintah akan terus menjaga disiplin, menghindari pemborosan, kebocoran, dan memastikan momentum pertumbuhan ekonomi Malaysia tetap luar biasa," tegasnya.
Baca juga: Penghematan Energi, Myanmar Mulai Terapkan WFH Tiap Rabu untuk ASN
Selain kebijakan domestik, Anwar Ibrahim juga menyoroti situasi geopolitik internasional.
Menutup pidatonya petang ini, Anwar Ibrahim mengungkapkan rencana pertemuan strategis dengan Presiden RI Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Pertemuan kedua pemimpin negara serumpun ini akan fokus membahas stabilitas kawasan dan penguatan ketahanan ekonomi regional.