Minggu, 19 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Amerika Serikat Keluar dari NATO: Apa Saja Prosedur dan Dampaknya?

Presiden AS, Donald Trump berulang kali menyatakan AS akan keluar dari NATO. Apa dampaknya dan bagaimana mekanismenya?

HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
KELUAR NATO - Presiden AS, Donald Trump seusai berbicara dalam sebuah forum NATO. Trump menyatakan berulang kalau AS segera keluar dari aliansi pertahanan Atlantik Utara tersebut, terutama saat AS tidak mendapat dukungan negara-negara Eropa dalam perangnya melawan Iran. 

Oleh karena itu, setiap penarikan diri Amerika dapat menyebabkan perubahan besar dalam struktur keamanan Eropa dan dalam sifat keseimbangan keamanan di dalam aliansi tersebut.

Penarikan diri dari perjanjian tersebut tidak serta merta berarti mengakhiri semua bentuk kerja sama militer antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, karena Amerika Serikat dapat melanjutkan perjanjian pertahanan bilateral atau multilateral di luar kerangka NATO.

Namun, penarikan diri dari aliansi tersebut berarti mengakhiri komitmen formal terhadap Pasal 5 perjanjian, yang menetapkan prinsip pertahanan kolektif, salah satu fondasi terpenting aliansi tersebut.

Apa Bedanya Status Keluar dari NATO dengan Membatasi Diri di NATO?

Terdapat perbedaan antara penarikan resmi dari aliansi dan pengurangan komitmen Amerika terhadap aliansi tanpa penarikan resmi.

Setiap pemerintahan Amerika dapat mengurangi jumlah pasukan Amerika yang ditempatkan di Eropa, mengurangi partisipasi dalam operasi aliansi, atau mendistribusikan kembali sumber daya militer.

Langkah-langkah ini secara praktis dapat memengaruhi peran Amerika Serikat dalam aliansi bahkan tanpa membuat keputusan resmi untuk menarik diri, menurut sebuah studi oleh Congressional Research Service.

Penarikan diri bukan hanya keputusan politik, tetapi juga keputusan kompleks dari sudut pandang hukum dan konstitusional.

"Hal ini membutuhkan prosedur hukum internal dan kerangka waktu internasional, dan jika terjadi tanpa persetujuan antara Presiden dan Kongres, dapat menyebabkan krisis konstitusional di Amerika Serikat, di samping dampak strategis yang luas bagi keamanan Eropa dan tatanan internasional," ulas Council on Foreign Relations.

 

 

 

(oln/khbrn/*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved