Selasa, 14 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.502, Turki Bersedia Jadi Tuan Rumah Perundingan Damai

Dalam kunjungan Zelenskyy menemui Erdogan, Turki menyatakan bersedia jadi tuan rumah perundingan damai antara Rusia dan Ukraina.

Website Presiden Ukraina
ZELENSKYY DAN ERDOGAN - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Minggu (5/4/2026), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berjabat tangan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dalam kunjungan Zelenskyy ke Turki pada Sabtu (4/4/2026). Dalam kunjungan Zelenskyy menemui Erdogan, Turki menyatakan bersedia jadi tuan rumah perundingan damai antara Rusia dan Ukraina. (© Press Service Of The President Of Ukraine / YPV.2026) 

Di tengah situasi tersebut, Amerika Serikat juga berupaya mendorong proses perdamaian antara kedua pihak. Namun, upaya ini sempat terhambat oleh keterlibatan AS dalam ketegangan dengan Iran, yang mengalihkan sebagian fokus dari penyelesaian konflik Ukraina.

Di tengah perang Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung, berikut ini perkembangan yang dirangkum dari berbagai sumber:

  • Slovakia Minta Uni Eropa Akhiri Sanksi terhadap Rusia

Perdana Menteri Slovakia Robert Fico menyerukan Uni Eropa untuk mengakhiri sanksi terhadap impor minyak dan gas Rusia guna mengatasi krisis energi yang timbul akibat perang di Iran.

Fico mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah berbicara dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán bahwa Uni Eropa harus memperbarui dialog dengan Rusia agar negara-negara anggota dapat memperoleh pasokan gas dan minyak yang hilang dari semua sumber, termasuk Rusia.

Para pemimpin Hongaria dan Slovakia merupakan pengecualian di Uni Eropa karena mempertahankan hubungan dengan Moskow.

Harga minyak telah melonjak sejak AS dan Israel melancarkan perang mereka terhadap Iran pada 28 Februari, menahan pengiriman dari Teluk dan menciptakan apa yang disebut Badan Energi Internasional sebagai gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah, seperti diberitakan The Guardian.

  • Zelenskyy: Turki-Ukraina Sepakati Perjanjian Keamanan Baru

Volodymyr Zelenskyy mengumumkan peningkatan kerja sama keamanan dengan Turki setelah bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan di Istanbul pada hari Sabtu (4/4/2026).

Pertemuan dilakukan seiring Kyiv berupaya memanfaatkan pengetahuan perang yang dimilikinya di ranah internasional.

“Ini terutama berlaku untuk bidang-bidang di mana kami dapat mendukung Turki: keahlian, teknologi, dan pengalaman,” tulis presiden Ukraina di Telegram.

Ia mengatakan ada kesiapan politik yang kuat untuk bekerja sama, dan tim Ukraina akan menyelesaikan detailnya dalam beberapa hari mendatang.

"Kami membahas langkah-langkah praktis untuk mengimplementasikan proyek bersama dalam pengembangan infrastruktur gas, serta peluang untuk pengembangan bersama ladang gas," ujarnya.

Sementara itu, Erdogan mengatakan kepada Zelenskyy bahwa Turki akan terus mendukung negosiasi antara Ukraina dan Rusia untuk mengakhiri perang mereka, menurut pernyataan kepresidenan Turki.

  • Utusan AS akan Kunjungi Kyiv

Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner kemungkinan akan mengunjungi Kyiv pada bulan April , kata ajudan utama presiden Ukraina, Kyrylo Budanov, di tengah upaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian dengan Rusia yang terhenti setelah pecahnya perang di Teluk.

“Kushner, Witkoff, Lindsey Graham – merekalah yang diperkirakan akan datang. Siapa lagi yang akan hadir, kita lihat saja nanti,” kata Budanov kepada Bloomberg.

Ia menambahkan bahwa pertemuan tersebut dapat berlangsung segera setelah Paskah Ortodoks pada 12 April.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved