Iran Vs Amerika Memanas
Drama Penyelamatan Pilot F-15E Strike Eagle hingga Kerugian Pasukan Elite AS Usai Bertempur Sengit
Operasi penyelamatan melibatkan ratusan pasukan operasi khusus AS dan puluhan jet tempur hingga intelijen luar angkasa.
Dua pesawat angkut AS juga sempat tertahan di pangkalan darurat di dalam wilayah Iran.
Menghindari teknologi sensitif jatuh ke tangan lawan, komandan operasi memerintahkan penghancuran pesawat tersebut di lokasi sebelum tim beralih ke pesawat pengganti untuk keluar dari wilayah Iran.
Prosedur Menghindari Eksploitasi Musuh
Keberhasilan evakuasi ini menjadi sangat krusial mengingat protokol ketat militer AS dalam dokumen Personnel Recovery Joint Publication.
Dokumen tersebut menegaskan bahwa setiap personel yang jatuh di wilayah musuh adalah prioritas utama karena risiko intelijen dan propaganda.
Secara historis, tawanan perang dari militer AS sering kali dieksploitasi oleh lawan untuk mendapatkan informasi rahasia melalui tekanan fisik atau digunakan sebagai posisi tawar dalam negosiasi diplomatik.
Selain nyawa personel, penghancuran puing pesawat seperti yang dilakukan pada misi ini bertujuan mencegah musuh melakukan rekayasa balik (reverse-engineering) terhadap sistem radar, komunikasi, dan teknologi persenjataan canggih AS.
"Pejuang berani ini berada di belakang garis musuh, diburu di pegunungan Iran yang berbahaya, namun ia tidak pernah benar-benar sendirian karena seluruh komando memantau lokasinya 24 jam sehari," tambah Trump.
Saat ini, perwira yang mengalami luka akibat proses pelontaran tersebut tengah menjalani perawatan medis di Kuwait.
Militer AS menyatakan bahwa meskipun mengalami cedera, kondisi sang Kolonel dipastikan akan pulih sepenuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pur-AS-yang-Ditembak-Iran.jpg)