BAHAS IRAN - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam sebuah pertemuan. Keduanya bertemu pada Rabu (11/2/2026) di Washington DC, AS, untuk membahas soal Iran. Netanyahu dan Trump disebut-sebut berbagai pihak terlibat kejahatan perang di Iran.
Senator Elissa Slotkin, seorang Demokrat sentris dan mantan agen CIA, mengatakan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil Iran akan melanggar Konvensi Jenewa dan Manual Hukum Perang Pentagon.
“Membunuh warga sipil secara membabi buta di Iran dan menghancurkan infrastruktur sipil seperti jembatan dan pembangkit listrik adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan salah – terutama ketika Presiden mengatakan perang ini bertujuan untuk membantu rakyat Iran,” kata Slotkin.
Foto dan video yang dirilis oleh pihak berwenang Iran menunjukkan puing-puing pesawat militer AS yang hancur di wilayah selatan Isfahan di Iran tengah. (Tasnim News)
Senator progresif Bernie Sanders menyerukan kepada rekan-rekan anggota parlemennya untuk menghentikan perang setelah ancaman Trump.
“Ini adalah ocehan dari individu yang berbahaya dan tidak stabil secara mental. Kongres harus bertindak SEKARANG. Akhiri perang ini,” tulisnya dalam sebuah unggahan di media sosial.
Senator Jeff Merkley sendiri menekankan bahwa militer AS secara hukum diwajibkan untuk menolak perintah melakukan kejahatan perang.
“Ancaman Presiden Trump yang penuh kata-kata kasar pada hari Paskah untuk menyerang infrastruktur sipil Iran – pembangkit listrik dan jembatan – adalah kata-kata dari seorang pria gila yang frustrasi dan tidak bermoral,” kata politisi Demokrat itu.
Menolak menjawab pertanyaan tentang kejahatan perang
Trump tidak banyak menjawab pertanyaan pers soal pengeboman jembatan dan pembangkit listrik di Iran dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Sebab hukum internasional melarang serangan terhadap objek sipil .
“Saya harap saya tidak perlu melakukannya,” kata Trump.
“Tahukah Anda kejahatan perang itu?” katanya kepada wartawan di Gedung Putih kemarin seperti dikutip dari CNN.
“Kejahatan perang itu adalah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.”
Dukungan Partai Republik
Terlepas dari meningkatnya kritik terhadap perang tersebut, sekutu-sekutu Partai Republik presiden AS sebagian besar tetap mendukungnya.
“Presiden Trump benar dalam bersikeras bahwa setiap kesepakatan yang dinegosiasikan harus memenuhi tujuan militer dan strategis kita. Jika Iran menolak, dia benar untuk menghancurkan infrastruktur penting mereka sehingga mereka tidak dapat kembali ke cara lama mereka,” kata Senator Republik Lindsey Graham pada hari Senin.
Anggota Kongres Don Bacon menuduh para kritikus perang tersebut hidup dalam "gelembung", dengan mengatakan bahwa pemerintah Iran telah membunuh sekitar 1.000 warga Amerika sejak tahun 1979.
Angka tersebut kemungkinan merujuk pada korban jiwa AS di Timur Tengah akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran selama intervensi militer AS di wilayah tersebut.