Konflik Korea
Usai Insiden Drone, Korea Utara Puji Permintaan Maaf Korea Selatan
Korea Utara memuji Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang meminta maaf atas insiden drone yang melanggar wilayah Korea Utara.
Bulan lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menggambarkan Korea Selatan sebagai negara yang paling bermusuhan, dan bersumpah untuk menolak dan mengabaikannya sepenuhnya.
"Seoul akan membayar harga atas provokasinya," kata Kim Jong-un.
Kim menegaskan Korea Utara tidak akan melepaskan senjata nuklirnya karena senjata tersebut memberikan efek jera terhadap AS, yang melakukan teror dan agresi negara secara global.
Ia kembali mengecam kerja sama militer antara Pyongyang dan Washington, termasuk apa yang disebutnya sebagai pengerahan aset-aset Amerika yang mampu membawa senjata nuklir di kawasan tersebut.
Kantor presiden Korea Selatan mengatakan komentar Kim Jong-un melemahkan upaya menuju hidup berdampingan secara damai di Semenanjung Korea.
Secara teknis, kedua negara masih dalam keadaan perang karena Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian formal, dikutip dari Russia Today.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pemimpin-korea-utara-KIM-JONG-UN-34423.jpg)