Jumat, 10 April 2026

5 Populer Internasional: Gencatan Senjata AS-Iran - Daftar 37 Pesawat AS yang Hancur Selama Perang

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran rapuh karena serangan Israel ke Lebanon memicu balasan rudal dari Iran.

Jika kondisi tersebut terus berlanjut, maka gencatan senjata yang telah disepakati berpotensi runtuh dan upaya negosiasi damai menjadi sulit untuk dilanjutkan.

Kerugian Besar: 37 Pesawat AS Hancur dan Rusak

Situasi ini tidak hanya memperburuk kondisi keamanan kawasan, tetapi juga berdampak langsung pada kerugian besar yang dialami militer Amerika Serikat.

Dalam perkembangan terbaru, Amerika Serikat dilaporkan kehilangan puluhan aset udara selama konflik berlangsung.

Sedikitnya 37 pesawat disebut hancur maupun mengalami kerusakan dalam berbagai insiden, mulai dari serangan langsung hingga kecelakaan operasional.

Kerugian tersebut mencakup berbagai jenis armada, mulai dari jet tempur, drone, pesawat pengintai, hingga pesawat tanker.

Beberapa di antaranya hancur akibat serangan sistem pertahanan Iran, sementara lainnya rusak akibat serangan rudal, drone, maupun insiden kesalahan teknis di lapangan.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Trump Ngamuk! Negara yang Pasok Senjata ke Iran Siap Dikenai Sanksi Tarif 50 Persen

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman baru berupa tarif impor sebesar 50 persen terhadap negara-negara yang memasok senjata militer ke Iran.

Kebijakan ini diumumkan hanya beberapa jam setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran pada Rabu (8/4/2026).

Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa semua negara yang terbukti memasok senjata ke Iran akan langsung dikenakan tarif tinggi tanpa pengecualian.

“Negara yang memasok senjata militer ke Iran akan dikenakan tarif 50 persen untuk semua barang yang masuk ke Amerika Serikat. Berlaku segera, tanpa pengecualian,” tulis Trump, dikutip dari Al Jazeera.

Rencananya kebijakan ini mencakup seluruh jenis barang impor dari negara terkait, bukan hanya produk militer, sehingga berpotensi berdampak luas pada perdagangan internasional.

Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal keras Washington untuk menekan dukungan militer terhadap Teheran di tengah situasi geopolitik yang masih memanas.

China dan Rusia Jadi Sorotan

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved