Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

5 Penyebab Perundingan Iran dan AS Berakhir Gagal di Pakistan

Iran memasuki ruangan dengan waspada. AS datang dengan tuntutan tegas. Jarak antara keduanya semakin lebar.

Penulis: Hasanudin Aco
Tasnim News
Bendera Amerika Serikat (AS) dan Iran. Delegasi dua negara gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan 'damai' di Pakistan. 

Pembicaraan maraton selama 21 jam di Pakistan antara AS dan Iran berakhir tanpa kesepakatan. 

Mulai dari ketidakpercayaan hingga serangan Israel di Lebanon dan kebuntuan di Selat Hormuz, berikut adalah lima faktor kunci yang menyebabkan kegagalan pembicaraan di Pakistan.

TRIBUNNEWS.COM, PAKISTAN -  Perundingan penting antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung di Pakistan  dimaksudkan untuk mengubah gencatan senjata dua minggu agar langgeng atau paling tidak berakhir dengan 'perdamaian'.

Namun perundingan maraton yang berlangsung sekitar 21 jam itu berakhir tanpa kesepakatan antara AS dengan Iran.

Perundingan di Islamabad, Ibu Kota Pakistan tersebut, merupakan pertemuan langsung tingkat tertinggi antara Iran dan AS sejak Revolusi Islam 1979.

Pakistan bertindak sebagai "mediator".

Taruhannya sangat besar, perang AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari telah mengganggu pasokan minyak global dan mendorong Timur Tengah ke ambang kehancuran.

Sebelum perundingan dimulai di Islamabad, para ahli telah menunjukkan bahwa perpecahan, ketidakpercayaan, dan situasi di lapangan memastikan bahwa perundingan di Pakistan selalu berada di landasan yang goyah.

Dan itu terbukti delegasi AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan itu.

Berikut 5 poin penyebab mengapa perundingan tersebut gagal.

  1. Kedua pihak kaku tidak mau kompromi

Alasan utama kegagalan pembicaraan AS-Iran di Islamabad adalah karena kedua pihak tidak bersedia berkompromi atau bergeser dari tuntutan mereka.

AS menuntut agar Iran menghentikan pengayaan uranium dan berkomitmen untuk tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir di masa depan. Iran menolak. Mereka menegaskan bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan sipil yang damai.

"Kami tidak dapat mencapai situasi di mana Iran bersedia menerima persyaratan kami," kata pimpinan delegasi AS yakni Wakil Presiden AS JD Vance.

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tuntutan AS tersebut "berlebihan dan tidak masuk akal".

Kesimpulan dari perundingan di Islamabad telah memberikan keuntungan bagi Iran. Iran, yang telah menunjukkan kemampuan yang lebih besar untuk menahan penderitaan dan memberikan biaya ekonomi asimetris kepada AS, tidak merasa perlu untuk memberikan konsesi dalam perundingan tersebut, kata para ahli.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved