Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

5 Penyebab Perundingan Iran dan AS Berakhir Gagal di Pakistan

Iran memasuki ruangan dengan waspada. AS datang dengan tuntutan tegas. Jarak antara keduanya semakin lebar.

Penulis: Hasanudin Aco
Tasnim News
Bendera Amerika Serikat (AS) dan Iran. Delegasi dua negara gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan 'damai' di Pakistan. 

Serangan Israel terhadap Lebanon menguji gencatan senjata yang rapuh saat negosiasi dimulai. Sementara Iran mendorong de-eskalasi yang lebih luas, AS tidak menawarkan jaminan. Hal itu membuat kompromi menjadi lebih sulit.

TIBA DI PAKISTAN - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance (tengah) beserta rombongan tiba di Ibu Kota Pakistan, Islamabad pada Sabtu (11/4/2026) untuk mengadakan perundingan dengan Iran.
TIBA DI PAKISTAN - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance (tengah) beserta rombongan tiba di Ibu Kota Pakistan, Islamabad pada Sabtu (11/4/2026) untuk mengadakan perundingan dengan Iran. (YouTube DRM News)

4. Selat Hormuz Penghalang Kesepakatan

Selat Hormuz, yang sebagian besar telah ditutup Iran sejak 28 Februari, berubah menjadi titik permasalahan utama dalam pembicaraan AS-Iran.

Iran sebelumnya telah memasang ranjau di beberapa bagian selat tersebut, yang menghambat pelayaran dan aliran minyak dari Teluk Persia.

 AS menginginkan Selat Hormuz segera dibuka kembali.

 AS menganggap ini sebagai hal yang tidak dapat dinegosiasikan, kata Trump berulang kali.

Dia bahkan melontarkan kata-kata kasar di Truth Social, memperingatkan Iran bahwa mereka akan "hidup di neraka" jika mereka tidak membuka Selat tersebut.

Namun, Iran melihat Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar. Mereka menginginkan pencabutan sanksi yang dikenakan kepada mereka dan jaminan keamanan sebagai prioritas utama.

Menurut kantor berita Reuters, perbedaan pendapat mengenai kendali Selat Hormuz tetap ada meskipun ada kemajuan pada isu-isu lain.

CNN mencatat bahwa kegagalan tersebut menimbulkan kekhawatiran baru tentang pembukaan kembali selat tersebut.

Sebelumnya, Trump telah mengatakan kepada ABC bahwa ia sedang mempertimbangkan usaha patungan dengan Iran untuk mengendalikan jalur pelayaran yang sempit tersebut dan ingin memungut biaya dari kapal-kapal yang melewati selat itu.

 Iran telah berupaya mendapatkan pengakuan resmi atas kendali mereka dan Oman atas selat tersebut. Mereka juga ingin mempertahankan hak untuk memungut biaya transit atau pungutan pada pengiriman barang di Selat Hormuz.

Sementara itu, komando militer AS, CENTCOM, pada hari Minggu mengatakan bahwa dua kapalnya telah melewati Selat Hormuz. Namun klaim tersebut dibantah oleh Iran.

Namun, pembicaraan di Isamabad tidak menghasilkan hasil konkret terkait pembukaan Selat Hormuz, yang merupakan tuntutan mendesak dari pihak Amerika.

5. Faktor kepercayaan dua pihak

Pada akhirnya, kepercayaan adalah penentu terbesar dalam perundingan perdamaian di Islamabad.

Bertahun-tahun permusuhan membuat kedua belah pihak meragukan niat satu sama lain.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved