Iran Vs Amerika Memanas
5 Penyebab Perundingan Iran dan AS Berakhir Gagal di Pakistan
Iran memasuki ruangan dengan waspada. AS datang dengan tuntutan tegas. Jarak antara keduanya semakin lebar.
Bahkan sebelum perundingan, negosiator Iran yakni Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, "Kami memiliki niat baik, tetapi kami tidak saling percaya".
Pola pikir itu adalah beban dari Iran yang dibawa oleh para negosiator selama 21 jam pembicaraan.
Sementara Wakil Presiden Amerika, Vance, menyebut proposal AS sebagai "proposal terakhir dan terbaik", pihak Iran melihatnya sebagai proposal yang "berat sebelah".
Baca juga: Delegasi Iran: Di Masa Lalu AS Kerap Ingkari Perjanjian
Tepat setelah pembicaraan di Jenewa, yang dikatakan berjalan positif, AS dan Israel melakukan serangan udara mematikan terhadap Iran pada 28 Februari.
Bagi Iran, pembicaraan perdamaian juga terdengar seperti kedok untuk serangan militer.
Mengingat sejarah panjang permusuhan antara AS dan Iran, ketidakmampuan atau penolakan Washington untuk mengendalikan serangan Israel terhadap Lebanon, dan tuntutan berulang-ulang yang telah ditolak Teheran, praktis tidak ada kepercayaan.
Jadi, setiap proposal dari AS tampak seperti jebakan. Konsesi, jika memang ditawarkan, terlihat berisiko. Hasilnya dapat diprediksi. Tidak ada kesepakatan.
Kegagalan perundingan di Islamabad membuat gencatan senjata semakin rapuh.
Sumber: Reuters/India Today/CNN
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bndera-di.jpg)