Iran Vs Amerika Memanas
Militer AS Siap Blokade Pelabuhan Iran, Analis Nilai Bakal Perburuk Krisis Energi Global
Para analis menilai blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan memperburuk krisis energi yang mengguncang perekonomian global.
Lalu, Deborah Elms, kepala kebijakan perdagangan di Hinrich Foundation di Singapura, mengatakan situasi bagi rantai pasokan global bisa menjadi "jauh lebih buruk" di bawah blokade tersebut.
“Beberapa masalahnya jelas terlihat, tetapi banyak yang tidak. Sebagai contoh, kain akan menjadi lebih mahal,” kata Elms kepada Al Jazeera.
Blokade Pelabuhan Iran
Komando Pusat AS mengatakan blokade AS, yang dimulai pukul 10 pagi ET pada hari Senin (1400 GMT), akan "diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman."
Militer AS mengatakan, kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran tidak akan terhambat.
"Informasi tambahan akan diberikan kepada pelaut komersial melalui pemberitahuan resmi sebelum dimulainya blokade," katanya, Senin, dikutip dari Al Arabiya.
Presiden AS Donald Trump pada hari Senin melalui platform Truth Social miliknya mengonfirmasi pernyataan militer AS tersebut.
Trump mengatakan, pasukan AS juga akan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar bea masuk kepada Iran.
“Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas,” ungkap Trump di media sosial, Minggu (12/4/2026).
“Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan dihancurkan," tegasnya.
Baca juga: Disebut Lemah oleh Trump Gara-gara Komentar Soal Iran, Paus Leo: Saya akan Terus Bersuara
Dia menambahkan, Angkatan Laut AS akan mulai menghancurkan ranjau yang dijatuhkan Iran di Selat Hormuz, titik rawan bagi sekitar 20 persen pasokan energi global.
Meskipun data pengiriman menunjukkan tiga kapal tanker super yang penuh muatan minyak melewati Selat pada hari Sabtu, kapal tanker menghindari jalur air tersebut pada hari Senin, menjelang blokade AS.
Sementara itu, harga minyak mentah acuan melonjak lebih dari 7 persen hingga mencapai lebih dari $100 per barel dalam perdagangan Senin pagi di Asia, sementara dolar melonjak dan harga saham berjangka AS turun setelah pengumuman blokade tersebut.
“Trump menginginkan solusi cepat,” kata Dana Stroul, mantan pejabat senior Pentagon selama pemerintahan Biden yang sekarang bekerja di The Washington Institute for Near East Policy.
“Kenyataannya, misi ini sulit dilaksanakan sendirian dan kemungkinan besar tidak berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang," jelasnya.
Tanggapan Iran
Militer Iran mengatakan blokade angkatan laut AS yang akan dimulai pada Senin, akan ilegal dan sama dengan pembajakan.