Senin, 27 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Kehilangan Pesawat Pengintai Tercanggih Rp 4 Triliun di Iran

AS kehilangan salah satu pesawat nirawak (drone) pengintai tercanggih dan termahalnya, MQ-4C Triton.

|
Penulis: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/USAF
Salah satu drone canggih milik AS yang harganya triliunan rupiah. 

Saat itu, AS kehilangan drone senilai $720 juta dalam perang melawan Iran.

Sejak 1 April, AS telah kehilangan 24 drone MQ-9 Reaper ke Iran di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz, demikian dilaporkan CBS News. 

Laporan tersebut menambahkan bahwa kerugian ini diperkirakan mencapai $720 juta.

Perlu dicatat bahwa satu unit drone MQ-9 Reaper pada akhirnya dapat berharga sekitar $30 juta atau lebih.

Pesawat nirawak MQ-9 Reaper, yang diproduksi oleh General Atomics Aeronautical Systems, adalah pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh dan digunakan terutama untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian.

Pesawat ini juga mampu melakukan serangan presisi.

Signifikansi Drone MQ-4C Triton

Pesawat nirawak yang terlibat dalam kecelakaan baru-baru ini, MQ-4C Triton, adalah pesawat tanpa awak yang mampu terbang di ketinggian dan memiliki daya tahan lama, yang dikembangkan oleh Northrop Grumman.

MQ-4C Triton mengisi celah penting dalam peperangan laut modern dengan memberikan kesadaran domain maritim yang luas dan berkelanjutan tanpa membahayakan awak manusia.

Pesawat ini berfungsi sebagai pengganda kekuatan bagi Pasukan Patroli dan Pengintaian Maritim (MPRF) Angkatan Laut, beroperasi dalam koordinasi erat dengan pesawat Boeing P-8A Poseidon berawak.

Sementara P-8 ditugaskan untuk misi dinamis jarak pendek, Triton memastikan pengawasan berkelanjutan di wilayah samudra yang luas.

Pesawat MQ-4C Triton beroperasi pada ketinggian di atas 50.000 kaki selama lebih dari 24 jam, dengan jangkauan hampir 7.400 mil laut.

Menurut pembuatnya, Northrop Grumman, pesawat ini dilengkapi dengan rangkaian sensor multi-intelijen 360 derajat, yang memungkinkan pengawasan area luas dan deteksi ancaman yang cepat.

Platform ini dapat mengirimkan data secara real-time ke aset militer lainnya, memfasilitasi operasi multi-domain yang terkoordinasi. 

Pesawat ini memberikan cakupan intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) hingga empat kali lipat dibandingkan sistem otonom lainnya sambil mempertahankan ketinggian dan daya tahan yang tinggi.

Northrop Grumman mengklaim pesawat ini menawarkan efektivitas operasional 33 persen lebih besar, membutuhkan 60 persen lebih sedikit jam terbang, dan biaya operasionalnya hampir setengahnya dibandingkan dengan platform ketinggian menengah.

Kehilangan ini menandai pukulan besar lainnya bagi AS, yang telah kehilangan aset udara penting — termasuk pesawat tempur E-3 Sentry AWACS, A-10 Thunderbolt II "Warthogs", C-130 Hercules, dan jet tempur F-15E — dalam perang tersebut.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved