Rabu, 3 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Perundingan Oman Sempat Beri Harapan Damai, Pengamat: Serangan AS Picu Ketidakpercayaan Iran

Momentum positif perundingan Oman dinilai runtuh setelah Amerika Serikat serang Iran di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung.

Tayang:
Tribunnews.com/Generated by AI/Grok
ILUSTRASI - Peluang perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat sebenarnya sempat terbuka sebelum konflik kembali memanas, terutama melalui perundingan yang berlangsung di Oman pada Februari lalu. Pengamat mengungkapkan bahwa pembicaraan tersebut menunjukkan sinyal positif, termasuk keterbukaan Iran untuk bernegosiasi terkait program nuklirnya. 

AS dan Iran dengan bantuan mediator dari Pakistan, Mesir, dan Turki telah berupaya menjembatani kesenjangan yang tersisa dan mencapai kesepakatan sebelum gencatan senjata berakhir pada 21 April 2026.

Delegasi Pakistan yang dipimpin oleh Komandan Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir tiba di Teheran pada Rabu (15/4/2026) untuk melakukan pembicaraan langsung dengan para pejabat Teheran.

Namun menurut laporan Axios, para pejabat AS dan sumber-sumber yang mengetahui proses mediasi memperingatkan bahwa kesepakatan tidak dijamin.

Sumber-sumber itu mengatakan bahwa terdapat perbedaan substansial antara kedua belah pihak.

"Mari kita tunggu dan lihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan. Kami berharap dan berusaha untuk mendorong kedua belah pihak," kata seorang pejabat Pakistan.

Seorang pejabat AS mengatakan tim negosiasi Presiden Donald Trump terus melakukan panggilan dan bertukar draf proposal dengan pihak Iran pada hari Selasa.

"Mereka saling menghubungi melalui telepon dan jalur komunikasi rahasia dengan semua negara, dan mereka semakin mendekat," kata pejabat AS tersebut.

Sementara seorang pejabat AS kedua mengkonfirmasi bahwa kemajuan telah dicapai pada hari Selasa.

"Kami ingin membuat kesepakatan. Dan sebagian dari pemerintah mereka juga ingin membuat kesepakatan."

"Sekarang tantangannya adalah bagaimana membuat seluruh pemerintah di sana menyetujui kesepakatan tersebut," kata seorang pejabat AS ketiga.

Trump Buka Selat Hormuz

Kabar perdamaian AS dengan Iran ini diperkuat dengan keputusan Trump yang mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara permanen pada Rabu (15/4/2026).

Langkah ini praktis mengakhiri blokade Angkatan Laut AS yang sempat membuat harga minyak dunia bergejolak.

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump mengungkapkan bahwa keputusan besar ini diambil setelah adanya "kesepakatan maut" antara AS dan China.

Kabarnya, Beijing telah berjanji untuk menyetop total seluruh pasokan senjata ke Iran.

"Kita bekerja sama dengan sangat cerdas," ujar Trump memuji hubungannya dengan Presiden Xi Jinping, mengutip WANA News Agency.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved