Minggu, 10 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Perintahkan Tembak dan Hancurkan Kapal Iran di Selat Hormuz

Donald Trump memerintahkan militer AS menyerang kapal Iran di Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
  • Donald Trump memerintahkan militer AS menyerang kapal Iran di Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik.
  • Ketegangan AS-Iran memicu gangguan besar pada perdagangan minyak global dan meningkatkan risiko krisis energi.
  • Upaya diplomasi terus berlangsung meski diwarnai perbedaan sikap dan konflik yang belum mereda.


TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa ia telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk “menembak dan menghancurkan kapal apa pun yang memasang ranjau di Selat Hormuz,” Kamis (23/4/2026).

Ia juga memerintahkan peningkatan upaya untuk membersihkan ranjau yang sudah ada, mengutip NBC News.

“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan menghancurkan kapal apa pun, termasuk kapal kecil, yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz. Tidak boleh ada keraguan,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social.

“Selain itu, kapal penyapu ranjau kami saat ini sedang membersihkan selat. Saya memerintahkan agar aktivitas tersebut dilanjutkan dengan peningkatan hingga tiga kali lipat,” tambahnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa ancaman ranjau di jalur strategis itu, serta kebuntuan antara kedua angkatan laut, dapat membuat jalur perdagangan tersebut terblokir dalam waktu lama.

Fatih Birol, kepala Badan Energi Internasional, menyatakan bahwa dunia sedang menghadapi ancaman keamanan energi terbesar dalam sejarah.

“Hingga saat ini, sekitar 13 juta barel minyak per hari telah hilang dari pasokan, menyebabkan gangguan besar pada komoditas vital,” katanya kepada CNBC.

Birol sebelumnya telah memperingatkan bahwa perang Iran dan penutupan Selat Hormuz dapat memicu krisis energi terbesar yang pernah terjadi.

Selat tersebut tetap tertutup secara efektif setelah Iran memberlakukan blokade, yang kemudian diikuti oleh AS dengan pembatasan terhadap kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris dan Prancis menyatakan keyakinan bahwa kemajuan dapat dicapai dalam upaya mengatasi blokade Selat Hormuz.

“Mengubah momentum diplomatik menjadi tindakan membutuhkan perencanaan matang, diskusi jujur, dan komitmen kuat dari negara sekutu dan mitra."

"Kami berterima kasih kepada negara-negara yang telah menunjukkan kesediaan untuk berkontribusi."

Baca juga: Iran Masih “Kebal”! Klaim Simpan 170 Juta Barel Cadangan Minyak di Tengah Blokade AS

"Kami yakin kemajuan nyata dapat dicapai,” kata Menteri Pertahanan Inggris John Healey dan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin dalam pernyataan pada konferensi di London.

Mereka menambahkan, “Dengan memperkuat koordinasi multinasional dan menciptakan kondisi untuk tindakan kolektif yang efektif, kita dapat membantu membuka kembali Selat Hormuz, menstabilkan ekonomi global, dan melindungi masyarakat.”

Perkembangan Lainnya

Berikut perkembangan lain terkait konflik Iran, dilansir The Guardian:

  • Gencatan Senjata Israel-Lebanon

Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon diperpanjang selama tiga minggu.

Ia berharap para pemimpin kedua negara dapat bertemu dalam periode tersebut.

  • Trump Singgung Kepemimpinan Iran

Trump menyebut sekitar 75 persen target di Iran telah dihantam dan menilai kepemimpinan Iran sedang kacau.

Namun, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan tidak ada perpecahan internal.

  • Bounty Milisi Syiah

AS menawarkan hingga 10 juta dolar AS untuk informasi tentang pemimpin milisi Syiah pro-Iran di Irak, Hashim Finyan Rahim al-Saraji.

  • Pembunuhan Jurnalis Lebanon

Jurnalis Lebanon Amal Khalil (43) tewas dalam serangan Israel, memicu kecaman internasional.

Perdana Menteri Lebanon menyebutnya sebagai kejahatan perang.

  • Jurnalis AS Dibebaskan

Jurnalis AS Shelly Kittleson dibebaskan setelah diculik di Baghdad dan menyampaikan terima kasih kepada pihak yang membantu pembebasannya.

  • Desakan Paus

Paus Leo mendesak AS dan Iran kembali ke meja perundingan serta menyerukan budaya perdamaian.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved