Selasa, 5 Mei 2026

Apa Itu Hantavirus, Infeksi yang Menewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar?

Tiga penumpang kapal pesiar meninggal dunia akibat dugaan wabah hantavirus di Samudra Atlantik.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
  • Tiga penumpang kapal pesiar meninggal dunia akibat dugaan wabah hantavirus di Samudra Atlantik.
  • Hantavirus adalah virus dari hewan pengerat yang jarang menginfeksi manusia, tetapi dapat menyebabkan penyakit serius pada ginjal atau paru-paru.
  • Penyakit ini memiliki gejala awal yang tidak spesifik, masa inkubasi panjang, dan tingkat kematian yang bisa mencapai 40 persen pada kasus berat.

TRIBUNNEWS.COM - Tiga penumpang kapal pesiar di Samudra Atlantik meninggal dunia setelah diduga terjangkit wabah hantavirus, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Minggu (3/5/2026).

Mengutip The Guardian, wabah tersebut dilaporkan terjadi di kapal pesiar kutub MV Hondius yang sedang berlayar antara Argentina dan Cape Verde, negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika.

Dalam pernyataan kepada USA TODAY, operator kapal pesiar ekspedisi asal Belanda, Oceanwide Expeditions, menyatakan tengah menangani situasi medis serius di atas kapal m/v Hondius.

"Selama pelayaran ini, tiga penumpang telah meninggal dunia," kata operator tersebut.

"Dua dari kematian ini terjadi di atas kapal, dan satu terjadi setelah turun dari kapal."

"Selain itu, satu penumpang saat ini dirawat di ruang perawatan intensif di Johannesburg, dan dua orang lainnya di atas kapal membutuhkan perawatan medis segera."

Reuters, mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Belanda, melaporkan bahwa dua penumpang yang meninggal dunia merupakan warga Belanda.

Tidak ada detail lebih lanjut yang diberikan.

Baca juga: Terjangkit Hantavirus, 3 Penumpang Kapal Pesiar di Atlantik Meninggal, Tiga Lainnya Sakit

Lantas, apa itu hantavirus?

Orthohantavirus, yang lebih dikenal sebagai hantavirus, adalah kelompok virus yang terutama ditemukan pada hewan pengerat, tetapi dapat menginfeksi manusia.

Mengutip The Guardian, Profesor Adam Taylor dari Universitas Lancaster menyebutkan bahwa setidaknya terdapat 38 spesies hantavirus yang diakui secara global, dengan 24 di antaranya dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Hewan pengerat seperti tikus, mencit, dan tikus sawah merupakan reservoir alami virus tersebut.

Dr. Yomani Sarathkumara, peneliti pascadoktoral di Universitas Queensland, mengatakan infeksi hantavirus sangat jarang terjadi pada manusia dan sering salah didiagnosis di negara tropis sebagai penyakit lain, seperti leptospirosis, yang juga ditularkan melalui hewan.

Penyebaran hantavirus

Hantavirus menyebar ke manusia melalui inhalasi atau kontak dengan kotoran, urin, dan air liur hewan pengerat yang terinfeksi, serta melalui gigitan atau cakaran hewan yang terkontaminasi.

“Masyarakat pertanian di seluruh dunia berisiko lebih tinggi,” kata Sarathkumara.

Profesor Madya Vinod Balasubramaniam, ahli virologi molekuler di Universitas Monash Malaysia, mengatakan hantavirus umumnya berasal dari paparan lingkungan terkait hewan pengerat dan tidak mudah menular dari manusia ke manusia, berbeda dengan flu atau Covid-19.

Terdapat dua garis keturunan utama hantavirus, yaitu hantavirus dunia lama dan hantavirus dunia baru.

Hantavirus dunia lama ditemukan di Eropa dan Asia, termasuk virus Puumala, virus Hantaan, dan virus Seoul.

Pada manusia, virus ini biasanya menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS), yang menyerang ginjal, dengan gejala seperti sakit kepala hebat, nyeri punggung dan perut, demam, serta potensi kerusakan ginjal.

Hantavirus dunia baru ditemukan di Amerika dan umumnya menyebabkan sindrom paru hantavirus.

Jenis yang paling umum di Amerika Selatan adalah virus Andes, yang terutama disebarkan oleh tikus padi kerdil berekor panjang.

Hantavirus memiliki masa inkubasi yang cukup panjang, yaitu antara satu hingga delapan minggu.

Gejala

Mengutip NBC News, di AS, infeksi hantavirus sering menyebabkan kelelahan, demam, dan nyeri otot, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Pada sebagian kasus, yang dikenal sebagai sindrom paru hantavirus (HPS), penderita dapat mengalami sakit kepala, pusing, menggigil, serta gangguan pencernaan.

“Pada awalnya, tidak ada gejala spesifik yang menunjukkan seseorang terinfeksi hantavirus. Gejalanya dapat menyerupai Covid-19, influenza, atau infeksi berat lainnya,” kata Dr. Jeff Duchin, mantan pejabat kesehatan masyarakat di Seattle.

Dr. Scott Roberts, asisten profesor di Yale School of Medicine, mengatakan gejala dapat muncul hingga delapan minggu setelah terpapar.

“Sangat mungkin kasus ini tidak terdeteksi,” ujarnya.

Dalam kasus yang parah, hantavirus dapat menyerang paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan serius.

Gejalanya meliputi batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.

“Penyakit paru-paru yang fatal dan berkembang pesat ini dapat muncul sangat cepat, bahkan dalam hitungan jam,” kata Duchin.

Pada tahap lanjut, penyakit ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dan kebocoran pembuluh darah.

Kondisi tersebut membuat cairan masuk ke paru-paru dan jaringan tubuh, sehingga mengganggu suplai oksigen dan menurunkan tekanan darah, yang dapat berujung pada kematian.

“Penyakit ini tidak selalu berakibat fatal atau parah, tetapi tingkat kematiannya diperkirakan mencapai 40 persen, yang tergolong sangat tinggi,” ujar Duchin.

Tentang Kapal Pesiar Hondius 

Diluncurkan pada 2019, M/V Hondius adalah kapal pesiar ekspedisi Polar Class 6 sepanjang 353 kaki yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions.

Kapal ini mampu menampung hingga 170 penumpang dan dirancang untuk pelayaran berkelanjutan di lintang tinggi Antartika maupun Arktik.

Fitur utamanya meliputi stabilisator berteknologi tinggi, area naik Zodiac dalam ruangan eksklusif, serta rasio staf-tamu 1:10, mengutip Antarctica Cruise.

Terdapat 80 kabin, mulai dari kabin empat tempat tidur dengan jendela bundar hingga suite mewah dengan balkon pribadi.

Aktivitas yang bisa dinikmati penumpang di antaranya kayak, mountaineering, serta wisata Zodiac untuk mengamati satwa liar.

Terdapat ruang observasi luas, ruang kuliah khusus, dan bar yang nyaman.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved