Selasa, 5 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Dilaporkan Serang Kapal Perang AS di Selat Hormuz, Militer Amerika Langsung Membantah

Iran dilaporkan menembakkan dua rudal antikapal ke arah kapal-kapal perang Amerika Serikat yang hendak memasuki Selat Hormuz.

Tayang:
DSA/Tangkap Layar
LEPAS RUDAL - Foto ini merupakan ilustrasi rudal antikapal (foto rudal ATMACA). Iran dilaporkan menembakkan dua rudal antikapal ke arah kapal-kapal perang Amerika Serikat yang hendak memasuki Selat Hormuz. 

Seorang pejabat AS juga memastikan bahwa tidak ada kapal perang mereka yang ditolak masuk ke Selat Hormuz pada hari itu. 

Ia menambahkan bahwa militer AS telah mulai mengawal kapal-kapal melalui selat sebagai bagian dari misi baru yang diumumkan Trump.

Komando Pusat AS mengungkapkan bahwa operasi ini melibatkan sekitar 15.000 personel militer, kapal perusak berpemandu rudal, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, serta berbagai platform tanpa awak lintas domain. 

Selain itu, pusat informasi maritim gabungan menyebut AS telah menetapkan zona keamanan tambahan di selatan jalur pelayaran utama guna mendukung proses transit kapal.

Di sisi lain, ketegangan yang terus berlangsung membuat ratusan kapal dan ribuan awak masih terjebak di kawasan tersebut sejak lebih dari dua bulan terakhir. 

Seiring mandeknya perundingan damai, harga energi pun terus merangkak naik, dengan harga minyak dunia menembus lebih dari 112 dolar AS per barel, mencerminkan tingginya risiko geopolitik di salah satu jalur perdagangan paling vital di dunia.

Arti penting Selat Hormuz

Bagi Iran, Selat Hormuz adalah senjata geopolitik utama. Dengan menguasai sisi utara selat, Iran dapat menekan Amerika Serikat dan sekutunya melalui ancaman blokade jalur minyak dunia.

Dalam perang kali ini, penutupan atau gangguan di Selat Hormuz menjadi cara Iran menunjukkan bahwa mereka mampu mengendalikan denyut ekonomi global.

Hal ini sekaligus memperkuat posisi tawar Iran di tengah tekanan militer dan sanksi internasional.

Bagi Amerika Serikat, Selat Hormuz adalah jalur vital yang harus dijaga agar tetap terbuka.

AS sangat bergantung pada kelancaran distribusi energi global, bukan hanya untuk kepentingan domestik tetapi juga demi stabilitas sekutunya di Asia dan Eropa.

Dalam perang kali ini, kehadiran militer AS di sekitar selat menjadi simbol komitmen menjaga keamanan energi dunia sekaligus mencegah Iran menggunakan selat sebagai alat tawar yang bisa melumpuhkan pasar minyak internasional.

Bagi dunia internasional, Selat Hormuz adalah titik rawan yang langsung memengaruhi harga minyak dan stabilitas ekonomi global.

Gangguan di jalur ini, seperti serangan terhadap kapal tanker atau ancaman penutupan, segera berdampak pada lonjakan harga energi, inflasi, dan krisis pasokan di banyak negara.

Dalam konteks perang saat ini, dunia menghadapi risiko besar karena ketergantungan tinggi terhadap minyak Teluk yang melewati selat tersebut.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved