Rekor Pecah, 274 Pendaki Taklukkan Puncak Gunung Everest dalam Sehari
Rekor fantastis terjadi setelah 274 pendaki Gunung Everest berhasil mencapai puncak tertinggi di dunia tersebut hanya dalam waktu satu hari.
Sherpa sendiri adalah suku asli yang tinggal di pegunungan tinggi Nepal.
Karena sudah terbiasa dengan kadar oksigen yang tipis sejak lahir, mereka memiliki ketangguhan fisik yang luar biasa di dataran tinggi.
Dalam industri mendaki gunung, kata "Sherpa" juga digunakan sebagai profesi pemandu lokal, pembuka jalur, dan pemikul logistik yang menjadi kunci keselamatan para pendaki asing.
Di kategori ini, sosok pendaki veteran Kami Rita Sherpa menjadi sosok yang memcahkan rekor.
Kami Rita Sherpa berhasil menapakkan kaki di puncak Everest untuk yang ke-32 kalinya, memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri.
Di posisi kedua, ada sosok rekan terdekatnya yakni Pasang Dawa Sherpa, yang memiliki catatan 30 kali mencapai puncak Gunung Everest.
Sementara itu, Lakpa Sherpa sukses menuntaskan pendakiannya yang ke-11, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pendaki perempuan dengan rekor puncak Everest terbanyak di dunia.
Kami Rita Sherpa, yang kini dijuluki sebagai "Everest Man", pertama kali menaklukkan puncak ini pada tahun 1994.
Prestasinya yang luar biasa bukan cuma modal nekat atau kekuatan fisik semata, melainkan karena pengetahuan mendalamnya tentang medan gunung yang terkenal mematikan.
Sejarah Panjang Pendakian Everest
Sejak pertama kali ditaklukkan pada 29 Mei 1953 oleh Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dengan Tenzing Norgay Sherpa asal Nepal, Everest telah memikat hati ribuan petualang.
Hingga akhir tahun 2025, tercatat sudah ada lebih dari 13.700 kali pendakian sukses yang dilakukan oleh sekitar 7.500 pendaki individu, dengan tingkat keberhasilan rata-rata sekitar 43 persen.
Baca juga: Deretan Peristiwa Gunung Meletus Besar di Indonesia, Erupsi Gunung Tambora 1815 Berdampak pada Dunia
Jalur Nepal tetap menjadi primadona karena menyumbang 62 persen dari total lalu lintas pendakian sepanjang sejarah.
Biaya yang harus dikeluarkan pun tidak main-main.
Pendaki harus merogoh kocek mulai dari Rp 354 juta hingga Rp 885 juta lebih per orang.
Biaya ini sudah mencakup izin pendakian resmi dari pemerintah, jasa pemandu, dan kebutuhan logistik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/seorang-pemandu-gelje-sherpa-dari-nepal-evakuasi-pendaki-malaysia-di-gunung-everest-8.jpg)