Breaking News:

Virus Corona

Operasi Sunat di Masa Pandemi, Dokter Spesialis Bedah Sebut Orang Tak Perlu Khawatir

Saat ini banyak orang tua mengurungkan rencana sunat untuk anak laki-lakinya karena pandemi virus corona (covid-19).

Shutterstock
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Orangtua biasanya memanfaatkan liburan sekolah untuk anak laki-laki mereka operasi sunat.

Namun, saat ini banyak orang tua mengurungkan rencana sunat anak laki-lakinya karena pandemi virus corona (covid-19).

Dokter Spesialis Bedah Umum dr. Andika August Winata, SpB menyebutkan beberapa rumah sakit sudah ada yang kembali melayani tindakan sunat.

Dr. Andika menjelaskan aman-aman saja karena rumah sakit pasti menerapkan protokol kesehatan saat melayani pasien maupun dari alat-alat yang digunakan.

Baca: Mitos Pantangan Makan Daging pada Laki-laki setelah Sunat, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Bedah

Baca: Mutlak Jaga Organ Pernapasan di Masa Pandemi Virus Corona, Bagaimana Caranya?

Pasien juga dipastikan dulu dalam keadaan dulu, akan dilakukan screening kesehatan termasuk melakukan tes covid-19 sebelum menjalankan operasi sunat.

"Operasi sunat sudah mulai dijalankan, di Eka Hospital sudah dilakukan, kita akan screening pasien dan kita juga akan mengawasi karyawan, jadi pasien dan karyawan sama-sama aman," ungkap dr. Andika saat live instagram RS Eka Hospital, Rabu (17/6/2020).

Baca: Terpaksa ke Salon di Masa Pandemi, Apa Saja yang Harus Diperhatikan Demi Keselamatan?

Sementara ini dr. Andika menyarankan untuk melakukan operasi sunat di rumah sakit saja karena lebih terpantau proses screeningnya petugas dan pasiennya dibandingkan di rumah.

"Sebenarnya kalau kita yakin dengan orangnya siapa, tapi kalau pasien dilakukan di rumah sekarang ini harus hati-hati sekali karena kita gak tahu kondisi kesehatan seseorang, takutnya kalau ternyata tidak sehat malah menulari," kata dr. Andika.

Terkait persyaratan sunat di masa pandemi yang pertama pastinya harus dalam keadaan sehat fisik dan siap mental. Sunat bisa dilakukan di usia berapa saja, kembali lagi asal kondisi fisik sehat.

"Kami banyak melakukan dari awal kelahiran, yang penting kondisi bayi sehat atau lahir tidak ada masalah yang penting kondisi sehat," ungkap dr. Andika.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved