Wabah dan Penyakit Baru Semakin Sering Ditemukan? Pakar Jelaskan Alasannya
Wabah dan penyakit baru tiada henti-hentinya bermunculan. Misalnya, setelah pandemi Covid-19 selesai, muncul wabah Mpox yang mulai meluas.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Hal ini menciptakan kondisi yang lebih mendukung penularan penyakit.
4. Perubahan Iklim
Pemanasan global mempengaruhi distribusi vektor penyakit seperti kutu dan nyamuk, sehingga memungkinkan mereka hidup di wilayah yang sebelumnya tidak cocok bagi mereka.
5. Pengawasan dan teknologi yang lebih baik
Dengan teknologi diagnostik modern, seperti sekuensing genomik, para ilmuwan sekarang lebih mampu mendeteksi virus baru, meskipun virus tersebut mungkin sudah ada selama beberapa waktu.
Berita Terkait
Baca Juga
Virus Nipah Bisa Masuk Indonesia? Ahli Ungkap Risiko dan Cara Pencegahannya |
![]() |
---|
Anggarkan Rp 300 Triliun di 2026 untuk Program Makan Bergizi Gratis, Worth It atau Boros Anggaran? |
![]() |
---|
Viral Wabah Kelinci Frankenstein di AS, Wajah Dipenuhi Tentakel Hitam bila Terkena Virusnya |
![]() |
---|
Wabah Chikungunya vs DBD: Jangan Sampai Salah Diagnosis! |
![]() |
---|
5,6 Miliar Orang Terancam Chikungunya: WHO Minta Dunia Belajar dari Wabah 2004 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.