Jumat, 8 Mei 2026

BPOM Serahkan Izin Edar Terapi Baru untuk Kanker Paru dan Esofagus

Indonesia kini memiliki produk baru untuk terapi kanker yaitu Etapidi dan Brukinsa, khususnya untuk kanker paru dan kanker esofagus.

Tayang:
Tribunnews.com/ Rina
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyerahkan izin edar produk baru untuk terapi kanker yaitu Etapidi dan Brukinsa pada Selasa (10/12/2024). 

Terapi Etapidi dan Brukinsa

Etapidi mengandung zat aktif Tislelizumab, yang merupakan antibodi varian IgG4 (humanized monoclonal antibody immunoglobulin subclass 4).

Produk ini dapat dijadikan sebagai alternatif tambahan untuk terapi non-small cell lung cancer dan esophageal squamous cell carcinoma (ESCC).

Etapidi tersedia dalam bentuk larutan konsentrat untuk infus dengan kemasan vial (100 mg/vial). 

Sedangkan Brukinsa mengandung zat aktif Zanubrutinib, yang merupakan jenis penghambat molekul kecil Bruton Tyrosine Kinase (BTK)-protein yang berperan penting dalam pertumbuhan dan pertahanan sel kanker.

Etapidi tersedia dalam bentuk sediaan kapsul dengan kandungan zat aktif Zanubrutinib 80 mg/kapsul.

“Pemberian izin edar ini merupakan milestone yang besar bagi kami. Dari dulu kami ingin menghadirkan obat inovatif berkualitas tinggi tapi murah,” ujar Presiden Direktur Etana Nathan Tirtana.

Pengembangan kedua produk obat ini atas dukungan BPOM, Kementerian Kesehatan, asosiasi dokter-dokter kanker yaitu Perhimpunan Onkologi Indonesia.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved