Jumat, 15 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Sekolah Swasta Serukan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Demi Keselamatan Siswa

Meski bertujuan agar siswa mendapat asupan gizi yang layak untuk mendukung proses belajar, sekolah swasta menyerukan Program MBG dievaluasi.

Tayang:
TribunBatam.id/ist
MENU MBG - Potret menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 016 Sagulung Batam, Jumat (26/9/2025) yang buat sejumlah siswa kelas siang dilarikan ke rumah sakit. Menu spageti diduga jadi penyebab keracunan MBG di Banyumas dan Batam, belasan ssiwa SD alami keracunan. 

 

Ringkasan Berita:
  • Kasus keracunanProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan kekhawatiran.
  • Sekolah menolak program tersebut dan mendesak evaluasi MBG
  • MBG dianggap adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap keselamatan siswa.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Meski bertujuan agar siswa mendapat asupan gizi yang layak untuk mendukung proses belajar, sekolah swasta menyerukan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi. 

Diketahui, MBG merupakan program andalan Presiden Prabowo Subianto yang berjalan secara bertahap sejak 6 Januari 2025. MBG menargetkan siswa-siswi PAUD hingga SMA/SMK serta ibu hamil dan menyusui yang bertujuan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi seluruh masyarakat.

Baca juga: 132 Siswa Keracunan MBG di Bandung Barat: Tangisan Pilu Korban hingga Ambulans Hilir Mudik Semalaman

Sayangnya, ada masalah keracunan MBG yang muncul di sejumlah daerah.

Kejadian terkait keamanan pangan itu membuat sekolah menolak program tersebut, seperti di Labs School Kaizen.

“Hasil dari kajian internal dan evaluasi lapangan, menunjukkan ada sejumlah kelemahan dalam pelaksanaan program MBG,” kata Ketua Yayasan Pendidikan Kaizen Dr H. Ahmad Affandi M.pd dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Baca juga: Program MBG Lancar, Lombok Timur Siap Jadi Pusat Pendidikan Unggul

Dalam pengawasan kualitas bahan makanan dan higienitas distribusi belum maksimal.

Menurut hasil survei internal yang dilakukan oleh Labs School Kaizen terhadap 179 responden (guru dan orang tua siswa), 92 persen menolak dan 8 persen menerima MBG.

Baca juga: 16 Siswa SMPN 1 Colomadu Jateng Keracunan MBG, Korban Mual dan Muntah 

Mayoritas penolakan karena kualitas makanan belum terjamin.

Sejak September 2025, ketika beberapa sekolah di wilayah kabupaten Bogor seperti di  Cileungsi,Ciangsana,Bojong kulur dan Gunung Putri melaporkan siswa muntah dan pusing setelah mengkonsumsi makanan program MBG.

Labs School Kaizen turut menyuarakan, gizi sangat penting, tetapi keamanan dan higienitas makanan jauh lebih fundamental dalam konteks pendidikan sehat.

Sekolah mengusulkan agar program MBG tidak dihentikan total, melainkan diperbaiki secara sistematis.

Mulai dari pelatihan penyedia katering sekolah, pengawasan oleh Dinas Kesehatan, hingga sistem kontrol digital berbasis laporan harian dari sekolah penerima.

Ditambahkan, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Stikom Interstudi Ariska Dwi Ocktavia, S.Ikom ,MM penolakan sekolah swasta terhadap program MBG adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap keselamatan siswa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved