Kamis, 14 Mei 2026

Jangan Malas Bergerak! Duduk Terlalu Lama Bikin Tulang Lemah dan Berisiko Patah

Banyak orang berpikir duduk berjam-jam hanya membuat punggung pegal.  Ternyata efeknya panjang. Berisiko pada kekuatan tulang.

Tayang:
SHUTTERSTOCK
RISIKO BANYAK DUDUK - Ilustrasi. Banyak orang berpikir duduk berjam-jam hanya membuat punggung pegal.  Ternyata efeknya panjang. Berisiko pada kekuatan tulang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

 

Ringkasan Berita:
  • Duduk terlalu lama karena pekerjaan, berisiko fatal pada kesehatan tulang.
  • Tulang melemah, kehilangan kekuatanya hingga berefek sampai patah. 
  • Beradaptasi dengan gaya kerja modern bukan berarti pasrah pada efeknya. Lakukan pencegahan.

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang berpikir duduk berjam-jam hanya membuat punggung pegal. 

Padahal, kebiasaan duduk terlalu lama dapat mempercepat pengeroposan tulang, terutama pada tulang belakang dan panggul.

Baca juga: Patah Tulang, Jangan Asal Diurut! Ini Penjelasan Dokter Penanganan yang Aman

Fenomena ini menjadi perhatian serius para dokter tulang, terutama di era kerja digital yang membuat orang bisa duduk lebih dari 8 jam sehari.

Menurut dr. Omar Luthfi, Sp.OT (K) Spine, Spesialis Orthopedi Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital Cibubur, tekanan statis pada tulang dan otot saat duduk lama dapat menghambat sirkulasi serta menurunkan kekuatan jaringan tulang.

“Tulang butuh tekanan dan pergerakan untuk tetap kuat. Saat kita jarang bergerak, sel pembentuk tulang jadi tidak aktif,” jelas dr. Omar pada keterangannya, Senin (20/10/2025). 


'Sitting Disease” yang Tak Terlihat

Ilustrasi
Ilustrasi (dok.)

Istilah sitting disease kini makin sering digunakan untuk menggambarkan efek jangka panjang dari gaya hidup kurang gerak.

Tak hanya menurunkan metabolisme, tapi juga membuat tulang kehilangan kekuatannya.

Tanpa disadari, duduk terlalu lama bisa mempercepat terjadinya osteopenia, yaitu tahap awal sebelum osteoporosis.

“Menjaga kepadatan tulang agar tidak osteoporosis jauh lebih penting dibandingkan menanganinya ketika sudah terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut dr. Omar mengingatkan bahwa salah satu risiko paling sering dari pengeroposan akibat kurang gerak adalah patah tulang belakang.

Kondisi ini bisa terjadi hanya karena membungkuk, batuk, atau mengangkat barang ringan.

Pada lansia, patah tulang belakang dapat menyebabkan nyeri kronis, postur membungkuk, dan menurunnya kualitas hidup secara drastis.


Cara Aman Melindungi Tulang di Era Kerja Digital

Ilustrasi aplikasi Zoom
Ilustrasi aplikasi Zoom (dok. Zoom)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved