Jangan Abaikan Gejala Kebas dan Bicara Pelo, Bisa Jadi Stroke Ringan
Pemberian terapi lebih cepat membuat peluang pemulihan fungsi lebih besar dan risiko kecacatan lebih rendah saat orang terkena stroke.
Ringkasan Berita:
Ā
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA ā Banyak orang masih mengabaikan gejala awal stroke. Keluhan seperti kebas tiba-tiba, bicara tidak jelas, atau mulut mencong sering disalahartikan sebagai kelelahan atau kondisi sementara.
Padahal bisa menjadi tanda stroke ringan yang dapat berkembang menjadi lebih berat.
Dokter Spesialis Neurologi Subspesialis Neurovaskular RS Pondok Indah ā Pondok Indah, dr. Bambang Tri Prasetyo, Sp.N, Subsp.N.I.O.O.(K), FINS, menegaskan bahwa masyarakat perlu lebih waspada terhadap sinyal tubuh tersebut.
āJadi yang saya tahu gejala seperti kebas, mendadak, atau bicara pele itu sering dianggap sepele. Padahal bisa jadi tanda dari struk ringan,ā ujar dr. Bambang pada media briefing virtual, Kamis (30/10/2025).Ā
Menurutnya, tanda-tanda gangguan saraf pada wajah adalah indikator penting serangan stroke yang tidak boleh diabaikan.
Mulut mencong, air liur berlebihan, hingga kesulitan menggerakkan mata atau melihat jelas dapat menjadi alarm awal stroke.
āContoh, pasiennya mulutnya mencong, tertarik. Atau isinya banyak mengeluarkan air liur. Ada juga, kok matanya nggak bisa ngelirik ke samping? Atau nggak bisa melihat dengan jelas. Biasanya kita sudah ada kecurigaan,ā jelasnya.
Pentingnya Pemeriksaan Cepat Saat Serangan Stroke
Stroke, baik ringan maupun berat, harus ditangani segera untuk mencegah kerusakan otak lebih parah.Ā
Akses cepat ke layanan gawat darurat dapat menentukan hasil akhir pasien.Ā āMakanya harus segera diperiksa, terutama di emergensi atau di IGD, umumnya akan dilakukan Computed Tomography scan (CT scan),ā kata dr. Bambang.
Pemeriksaan CT scan digunakan untuk membedakan stroke akibat perdarahan atau sumbatan.Ā
Bila tidak ditemukan perdarahan, pemeriksaan lanjutan seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Magnetic Resonance Angiography (MRA).Ā
Baca juga: Kebiasaan Merokok Vape Berisiko Kena Stroke, Begini Penjelasan Dokter
MRI dan MRA diperlukan untuk melihat lokasi dan luasnya sumbatan pembuluh darah otak.
Di rumah sakit dengan fasilitas lengkap seperti RSPI Group, pemetaan otak lebih mendetail dilakukan untuk menentukan tingkat keparahan dan langkah terapi.Ā
Bahkan pasien dengan gejala ringan dapat dikategorikan stroke berat bila gambaran penyumbatannya luas.
Beberapa pasien datang dengan kondisi masih bisa berjalan dan berbicara, hanya mengalami kelemahan ringan di satu sisi tubuh.Ā
Baca juga: Jangan Tertipu Lebih Aman, Dokter Ungkap Risiko Stroke dari Vape
Namun setelah dilakukan imaging, ditemukan penyumbatan besar di pembuluh darah otak.Ā āKarena kolateral sistemnya baik, klinis pasiennya tetap baik,ā lanjutnya.
Inilah yang membuat stroke sangat berbahaya.Ā Penampilan luar kadang tidak mencerminkan kerusakan otak yang sedang terjadi di dalam.Ā
Karena itu, setiap gejala neurologis mendadak harus dianggap serius.
Golden Period Penanganan Stroke
Dalam fase stroke iskemik akut, terdapat waktu emas untuk memberikan terapi penyelamatan otak, yakni:
- Fase 0ā4,5 jam: terapi trombolisis intravena
- Fase 4,5ā24 jam: tindakan intervensi pembuluh darah melalui kateter (DSA + thrombectomy)
Pemberian terapi lebih cepat membuat peluang pemulihan fungsi lebih besar dan risiko kecacatan lebih rendah.
Terakhir, ada beberapa tanda-tanda gejala stroke yang perlu diwaspadai seperti wajah yang mencong dan sulit tersenyum.
Lalu ada lengan tiba-tiba lemah atau sulit diangkat, bicara pelo, tidak jelas, atau tidak bisa berbicara.Ā
Tanda-tanda lainnya adalah kebas, pandangan kabur, kesulitan berjalan, pusing hebat mendadak.Ā Jika muncul gejala ini, segera pergi ke ke rumah sakit.Ā
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-stroke1.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.