Menkes Budi Sadikin: Kusta Penyakit Bakteri dan Bisa Sembuh
Kusta bukan penyakit mistik atau kutukan, melainkan penyakit menular yang telah lama dipahami secara ilmiah dan dapat disembuhkan.
Pernyataan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketakutan masyarakat untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Meski pengobatan tersedia, Menkes Budi mengakui stigma dan disinformasi masih menjadi tantangan dalam penanganan kusta.
Baca juga: Kemenkes: Dua WNI Terinfeksi Kusta di Rumania Bakal Dipulangkan ke Indonesia
Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat enggan memeriksakan diri sehingga penemuan kasus sering kali terlambat.
Peneliti The Habibie Center, Ansori, menilai bahwa penanganan kusta tidak dapat dilihat hanya dari sisi medis semata. Faktor sosial memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan pengendalian penyakit ini.
“Banyak orang yang sebenarnya sudah mengetahui dirinya terkena kusta, tetapi memilih menyembunyikannya karena takut terhadap konsekuensi sosial,” ujar Ansori.
Ia menambahkan bahwa stigma dan diskriminasi membuat penderita enggan berobat, sehingga berdampak pada keterlambatan deteksi dan proses penyembuhan.
WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa menegaskan, upaya pengendalian kusta tidak hanya berfokus pada aspek medis.
“Eliminasi kusta tidak hanya tentang pengobatan medis, tetapi juga tentang menghapus stigma dan memulihkan martabat manusia,” kata Sasakawa.
Melalui ajakan tersebut, Menkes Budi kembali menekankan pentingnya peran masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala kusta, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kemenkes-dan-WHO-Kampanyekan-Eliminasi-Kusta_20260115_201357.jpg)