Selasa, 19 Mei 2026

Tak Punya Smartwatch? Ini Cara Sederhana Deteksi Gangguan Irama Jantung dari Nadi

Tak punya smartwatch? Dokter jantung sebut gangguan irama tetap bisa dideteksi manual dengan meraba nadi, terutama jika ritmenya tak beraturan

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
Pexels
GANGGUAN IRAMA JANTUNG - Smartwatch kini menjadi gadget favorit banyak orang untuk memantau kesehatan, termasuk detak jantung namun tidak semua orang memiliki perangkat tersebut.  Menariknya, dokter menyebut deteksi awal gangguan irama jantung tetap bisa dilakukan secara manual, bahkan tanpa alat canggih. 

Ringkasan Berita:
  • Dokter jantung dan pembuluh darah Evan Jim Gunawan menyebut smartwatch membantu memantau detak jantung, namun tetap memiliki keterbatasan dalam mendeteksi gangguan irama 
  • Ia menegaskan deteksi awal gangguan irama jantung bisa dilakukan secara manual dengan meraba denyut nadi, terutama saat jantung berdebar 
  • Ketidakteraturan nadi menjadi tanda penting yang perlu diwaspadai dan segera dikonsultasikan ke tenaga medis.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Smartwatch kini menjadi gadget favorit banyak orang untuk memantau kesehatan, termasuk detak jantung. 

Namun, tidak semua orang memiliki perangkat tersebut. 

Menariknya, dokter menyebut deteksi awal gangguan irama jantung tetap bisa dilakukan secara manual, bahkan tanpa alat canggih.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan fokus keahlian aritmia (elektrofisiologi), dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP(K), CCDS menjelaskan bahwa smartwatch memang membantu, tetapi memiliki keterbatasan dalam mendeteksi gangguan ritme jantung.

Menurut dr. Evan, smartwatch yang umum dipakai masyarakat bekerja menggunakan fotosensor untuk membaca denyut nadi, bukan secara langsung menghitung denyut jantung dari aktivitas listrik jantung.

“Smartwatch yang biasa kita pakai itu menggunakan fotosensor. Dia menghitung denyut nadi kita, bukan denyut jantung,” ujar dr. Evan saat doorstop usai acara Launching and Health Talk Atrial Fibrilation di Eka Hospital MT Haryono, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Pusing Tak Kunjung Hilang? Bisa Jadi Sinyal Gangguan Ritme Jantung

Ia menambahkan, perangkat tersebut hanya efektif saat digunakan. Ketika smartwatch dilepas, potensi gangguan irama yang muncul bisa tidak terdeteksi.

“Kalau pada saat kita pakai dan itu sedang dicek, itu bisa terdeteksi. Tapi kalau tidak sedang kita pakai, kita bisa miss,” jelasnya.

Kondisi ini membuat pengguna tetap perlu memahami sinyal tubuhnya sendiri, terutama saat muncul keluhan seperti jantung berdebar.

Cara Manual Deteksi Gangguan Irama Jantung

Bagi masyarakat yang tidak memiliki smartwatch, deteksi awal gangguan irama jantung dapat dilakukan dengan cara sederhana, yakni meraba denyut nadi.

Evan menyarankan setiap orang untuk langsung memeriksa nadi saat merasakan jantung berdebar. Denyut nadi bisa terasa cepat atau lambat, tetapi ketidakteraturan ritme menjadi tanda yang perlu diwaspadai.

“Tapi semua yang nadi tidak beratur itu penyakit. Nadi cepat, nadi pelan, itu bisa normal. Tapi kalau tidak beratur, itu penyakit,” tegasnya.

Salah satu penyebab gangguan irama yang paling sering ditemukan adalah fibrilasi atrium. Kondisi ini membuat detak jantung menjadi tidak teratur dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani.

Ia menjelaskan, cara paling mudah untuk mengenali kemungkinan gangguan tersebut adalah dengan meraba nadi di pergelangan tangan. Ritme yang terasa tidak konsisten dapat menjadi sinyal adanya masalah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved