Wabah Campak
Pemerintah Diminta Tak Lengah Meski Terjadi Penurunan Kasus Campak Sebesar 93 Persen
Edy Wuryanto, meminta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan tidak bersikap jumawa atas laporan penurunan kasus campak sebesar 93 persen.
Faktor penyakit penyerta (komorbid) serta tingginya intensitas paparan disebut menjadi pemicu meningkatnya risiko keparahan pada kelompok ini.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah tengah mempercepat analisis uji klinis untuk memperluas cakupan vaksinasi campak pada kelompok dewasa, khususnya tenaga kesehatan.
Kemenkes juga berkomitmen memberikan vaksinasi bagi peserta program internsip serta memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) dan pengaturan beban kerja yang memadai.
"Menanggapi kasus yang menimpa dokter internsip, Kemenkes berkomitmen memberikan vaksinasi campak bagi seluruh peserta program internsip. Kami juga mewajibkan wahana penempatan untuk memastikan ketersediaan APD serta mengatur beban kerja dan hak istirahat yang cukup bagi nakes yang menangani penyakit menular," tegas dr. Andi.
Ia pun mengingatkan pentingnya disiplin operasional untuk mencegah penularan.
"Jika muncul gejala sekecil apa pun, segera melapor, beristirahat penuh, dan tidak memaksakan diri untuk bertugas," ungkapnya.
Kemenkes mengimbau masyarakat dan tenaga kesehatan yang belum divaksinasi untuk segera melengkapi status imunisasi guna memutus rantai penularan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/edy-wuryanto-pdip.jpg)