Pakar Ungkap Manfaat Kesehatan Tersembunyi di Balik Penerapan WFH
WFH ternyata memiliki sejumlah manfaat dari sisi kesehatan. Manfaat WFH ini tidak bersifat mutlak dan sangat bergantung pada konteks penerapannya.
Dalam konteks global, WFH kini menjadi bagian dari pola kerja modern.
Banyak negara menerapkan sistem kerja fleksibel atau hybrid, bukan WFH penuh.
Dicky menjelaskan bahwa tren ini sudah berkembang sejak sebelum pandemi dan semakin menguat setelahnya.
Negara seperti Belanda, Inggris, dan Australia bahkan telah memiliki regulasi terkait fleksibilitas kerja.
Sementara di negara lain seperti Amerika Serikat dan Jepang, penerapan WFH lebih banyak dilakukan dalam bentuk hybrid, misalnya 2–3 hari kerja dari rumah.
“Dari tren kebijakan global ini sebetulnya tidak ada negara yang mempertahankan WFA penuh secara universal itu. Nggak ada ya atau belum ada ya. Yang saat ini dirujuk, diacu kecenderungannya dan dianggap model terbaik adalah hybrid adaptive model,” jelasnya.
Perlu Desain Kebijakan yang Tepat
Meski memiliki banyak manfaat, WFH tidak bisa diterapkan secara sembarangan.
Kebijakan ini perlu dirancang dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi pekerja dan jenis pekerjaan.
Tanpa desain yang tepat, manfaat yang diharapkan justru bisa tidak optimal.
Karena itu, WFH sebaiknya dipandang sebagai bagian dari strategi kesehatan masyarakat yang berbasis konteks.
Dengan pendekatan yang tepat, WFH dapat menjadi solusi yang tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga menjaga kesehatan masyarakat secara lebih luas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-wfh-twt.jpg)