Jumat, 24 April 2026

Diam-diam Ampuh, 6 Makanan Ini Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah Tanpa Disadari

Ada sejumlah makanan sehari-hari yang diam-diam punya efek serupa, bahkan bisa lebih mudah dikonsumsi secara rutin.

freepik.com
ILUSTRASI TEKANAN DARAH - Ada sejumlah makanan sehari-hari yang diam-diam punya efek serupa, bahkan bisa lebih mudah dikonsumsi secara rutin. Mulai dari sayuran hijau hingga cokelat hitam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM – Banyak orang mengandalkan jus delima sebagai cara alami untuk membantu menjaga tekanan darah.

Namun, pilihan sehat sebenarnya tidak berhenti di satu jenis minuman saja.

Ada sejumlah makanan sehari-hari yang diam-diam punya efek serupa, bahkan bisa lebih mudah dikonsumsi secara rutin.

Mulai dari sayuran hijau hingga cokelat hitam, makanan ini bekerja lewat berbagai mekanisme di dalam tubuh.

Seperti membantu pembuluh darah lebih rileks, mengurangi peradangan, hingga menyeimbangkan kadar garam.

1. Sayuran Hijau yang Bantu Pembuluh Darah Lebih Rileks

Sayuran seperti bayam dan kale bukan hanya sekadar pelengkap makanan.

Menurut profesor fisiologi dan biofisika dari Fakultas Kedokteran UC Irvine, Geoffrey Abbott, sayuran hijau mengandung nitrat alami yang diubah tubuh menjadi oksida nitrat.

“Nitric oxide berdifusi ke dalam sel otot polos pembuluh darah, di mana ia mengaktifkan enzim yang disebut soluble guanylate cyclase,” ujarnya dilansir Health, Minggu (12/4/2026).

Proses ini membantu pembuluh darah melebar, sehingga tekanan darah bisa lebih terkontrol secara alami.

Tak hanya itu, konsumsi sayuran juga membantu mengurangi asupan makanan tinggi garam yang sering menjadi pemicu tekanan darah tinggi.

Baca juga: 9 Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat

2. Buah Kaya Kalium yang Membantu Tubuh “Membuang” Garam

Pisang, alpukat, dan melon termasuk buah yang tinggi kalium.

Nutrisi ini berperan penting dalam menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh.

Ahli gizi dari Ohio State University Wexner Medical Center, Liz Weinandy, menjelaskan:

“Ketika tekanan darah tinggi, tubuh Anda bekerja untuk mengeluarkan lebih banyak natrium.”

Dengan mengonsumsi makanan kaya kalium, tubuh akan lebih efektif membuang kelebihan garam, sehingga tekanan darah bisa lebih stabil.

3. Bit yang Punya Efek Nyata Turunkan Tekanan Darah

Bit mungkin bukan makanan favorit banyak orang, tapi manfaatnya cukup signifikan.

Ahli diet kardiologi preventif, Michelle Routhenstein, menyebutkan bahwa bit mengandung nitrat dan kalium yang mendukung kesehatan pembuluh darah.

Penelitian menunjukkan jus bit dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 4–10 mmHg pada orang dengan tekanan darah tinggi atau prehipertensi.

Artinya, efeknya tidak hanya terasa, tapi juga terukur.

4. Oat yang Diam-Diam Jaga Tekanan Darah Lewat Kolesterol

Oat dikenal sebagai makanan tinggi serat, terutama beta-glukan.

Serat ini membantu menurunkan kolesterol dan mencegah penumpukan plak di pembuluh darah.

Menurut Geoffrey Abbott, kondisi ini berkontribusi dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Namun, Liz Weinandy mengingatkan bahwa efeknya bisa berbeda pada setiap orang.

“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa oat bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, sementara penelitian lain menunjukkan tidak ada efek,” ujarnya.

5. Ikan Berlemak yang Melindungi Jantung dari Dalam

Salmon, sarden, dan makarel mengandung asam lemak omega-3 yang dikenal baik untuk kesehatan jantung.

Menurut Michelle Routhenstein, nutrisi ini membantu mengurangi peradangan dan memperlancar aliran darah.

“Konsumsi ikan berlemak secara teratur, setidaknya dua hingga tiga porsi per minggu, dikaitkan dengan penurunan risiko kardiovaskular, peningkatan profil lipid, dan tekanan darah yang lebih sehat,” jelasnya.

6. Cokelat Hitam yang Bisa Dinikmati Tanpa Rasa Bersalah

Cokelat hitam sering dianggap sebagai camilan “nakal”, padahal dalam jumlah moderat justru bermanfaat.

Profesor kesehatan masyarakat dari Sacred Heart University, Jacqueline Vernarelli, menjelaskan bahwa kandungan flavanol dalam kakao membantu menjaga elastisitas pembuluh darah.

"Flavanol kakao membuat arteri lebih fleksibel dan tidak kaku, yang mengurangi hambatan terhadap aliran darah," ujarnya.

Namun, penting untuk memilih cokelat dengan kandungan kakao minimal 70 persen dan tidak berlebihan.

Kunci Utama: Konsumsi Bertahap dan Konsisten

Mengubah pola makan tidak perlu drastis.

Para ahli menyarankan untuk mulai dari langkah kecil, seperti mengganti camilan atau menambah satu jenis makanan sehat dalam menu harian.

Dengan cara ini, kebiasaan sehat lebih mudah dijaga dan memberi dampak jangka panjang bagi tekanan darah serta kesehatan jantung secara keseluruhan. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved